Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 November 2020 | 18.56 WIB

Cegah Tangisan Anak Saat Dikhitan dengan Metode Klem Tanpa Suntik

Ilustrasi seorang anak dikhitan/dok dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, - Image

Ilustrasi seorang anak dikhitan/dok dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS,

JawaPos.com - Orang tua paling sulit mendorong anak untuk dikhitan atau disunat. Apalagi jika sang anak sudah semakin bertumbuh ke arah remaja, pasti makin banyak penolakan. Belum lagi jika saat dikhitan, tangisan anak membuat orang tua tak tega.

Khitan, sunat, atau sirkumsisi adalah membuang kulit prepusium penis atau lebih dikenal dengan kulup. Tak hanya terkait kewajiban dalam agama Islam, sunat juga bisa bermanfaat bagi kesehatan.

Tujuan dari sunat adalah membuang mukosa untuk mencegah risiko berbagai penyakit. Mukosa adalah lapisan paling dalam dari kulup yang melindungi penis.

"Prosesi sunat terkadang cukup membuat stres orangtua maupun sang anak. Belum lagi jika membayangkan sunat dengan metode konvensional ataupun electric cauter (sunat laser) yang cukup menyeramkan dan ada lagi jarum suntik yang menakutkan bagi anak," kata dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Rumah Sunat dr. Mahdian kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Sehingga menurutnya tangisan anak-anak bisa diminimalisasi saat dikhitan dengan cara yang nyaman. Yaitu dengan teknologi khitan yang lebih modern.

"Klem dan sunat tanpa jarum suntik yang kian diminati para orang tua saat ini bisa menjadi solusi agar orang tua tak stres dan anak tidak menangis ketakutan," ujarnya.

Menurutnya, khitan dengan metode klem diharapkan dapat membuat anak lebih nyaman saat sunat ataupun setelahnya. Sebab memiliki keunggulan minim risiko perdarahan, tanpa jahit, tanpa perban, proses sunat lebih cepat 5 menit hingga 10 menit.

"Setelah sunat langsung bisa beraktivitas, boleh kena air, proses penyembuhan relatif cepat, dan perawatan pascasunat mudah," jelasnya.

"Dan satu anak satu klem ya. Tidak bergantian," tegasnya.

Berbeda dengan sunat konvensional ataupun sunat laser yang membutuhkan persiapan dan proses sunat cukup lama. Lalu masih membutuhkan jahitan dan perban sehingga anak tidak leluasa beraktivitas ataupun kena air.

Selama masa pandemi ini, kata dia, khitan bisa dilakukan di rumah untuk meminimalisir penularan virus Korona. Melakukan sunat di rumah, tim medis yang datang tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Ya memang di masa pandemi ini tak perlu ke luar rumah juga bisa dilakukannya layanan khitan di rumah. Tentunya wajib ya menggunakan APD lengkap dan dilakukan oleh dokter profesional," tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=BD0jB5iDidY

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore