
Photo
JawaPos.com - Sejumlah gejala dialami oleh para pasien Covid-19. Dari mulai batuk kering, sesak dan demam. Setelah sembuh pun masih ada para penyintas yang merasakan keluhan salah satunya sakit punggung atau nyeri punggung.
Meskipun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak secara khusus mencantumkan nyeri punggung sebagai gejala, badan tersebut memasukkan nyeri otot dan nyeri tubuh sebagai tanda yang harus diwaspadai.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Survivor Corps, grup dukungan Facebook untuk penyintas Covid-19, dan Pakar Kesehatan Natalie Lambert, Ph.D., dari Fakultas Kedokteran Universitas Indiana, menemukan orang yang secara teknis telah pulih dari Covid-19, tetapi masih mengalami gejala jangka panjang atau efek samping dilaporkan mengalami nyeri punggung bawah, atas, dan tengah.
Nyeri punggung karena Covid-19, menurut CDC, merupakan gejala resmi. Laporan bulan Februari dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganalisis hampir 56 ribu kasus Covid-19 di Tiongkok, dan menemukan bahwa hampir 15 persen pasien mengalami nyeri otot dan nyeri.
“Covid-19, seperti virus lainnya, akan menyebabkan gejala sistemik,” kata ahli bedah ortopedi dan pendiri Vive Wear Marcus Duda, M.D., seperti dilansir dari Prevention, Kamis (7/1).
“Mirip dengan flu, Covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit yang menyeluruh di seluruh tubuh," katanya.
Lalu, mengapa Covid-19 terkadang menyebabkan sakit punggung?
Saat Anda sakit, tubuh memicu respons imun untuk melawan apa yang tidak termasuk di sana, seperti bakteri atau virus berbahaya. “Nyeri sendi di punggung dan kaki disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap virus,” kata Duda.
"Infeksi virus ini menyebabkan gemetar, menggigil, nyeri tubuh, dan kesulitan mobilitas," ungkapnya.
Mengalami nyeri otot yang disertai dengan gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di area lain, itu bisa menjadi tanda Covid-19. Bentuk nyeri punggung ini terasa seperti kram atau kejang pada otot punggung.
“Covid-19 unik karena menyebabkan peningkatan respons peradangan di paru-paru dan otak,” katanya.
"Itulah mengapa mereka yang terjangkit Covid-19 dapat mengalami sakit kepala yang berkepanjangan selama berbulan-bulan setelah virus teratasi dan mengapa orang terkadang membutuhkan oksigen atau dukungan ventilasi," ujarnya.
Namun, sakit punggung tidak otomatis berarti Anda mengidap Covid-19. Bisa juga disebabkan hal lain seperti cidera olahraga, radang sendi, cakram menonjol di tulang belakang, atau osteoporosis juga bisa menjadi penyebabnya. Jika Anda memiliki tanda-tanda lain dari Covid-19, dokter dapat memandu untuk menjalani tes PCR atau swab.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
