Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Januari 2021 | 20.57 WIB

Survei: Usai Sembuh dari Covid-19, Penyintas Keluhkan Sakit Punggung

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sejumlah gejala dialami oleh para pasien Covid-19. Dari mulai batuk kering, sesak dan demam. Setelah sembuh pun masih ada para penyintas yang merasakan keluhan salah satunya sakit punggung atau nyeri punggung.

Meskipun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak secara khusus mencantumkan nyeri punggung sebagai gejala, badan tersebut memasukkan nyeri otot dan nyeri tubuh sebagai tanda yang harus diwaspadai.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Survivor Corps, grup dukungan Facebook untuk penyintas Covid-19, dan Pakar Kesehatan Natalie Lambert, Ph.D., dari Fakultas Kedokteran Universitas Indiana, menemukan orang yang secara teknis telah pulih dari Covid-19, tetapi masih mengalami gejala jangka panjang atau efek samping dilaporkan mengalami nyeri punggung bawah, atas, dan tengah.

Nyeri punggung karena Covid-19, menurut CDC, merupakan gejala resmi. Laporan bulan Februari dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganalisis hampir 56 ribu kasus Covid-19 di Tiongkok, dan menemukan bahwa hampir 15 persen pasien mengalami nyeri otot dan nyeri.

“Covid-19, seperti virus lainnya, akan menyebabkan gejala sistemik,” kata ahli bedah ortopedi dan pendiri Vive Wear Marcus Duda, M.D., seperti dilansir dari Prevention, Kamis (7/1).

“Mirip dengan flu, Covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit yang menyeluruh di seluruh tubuh," katanya.

Lalu, mengapa Covid-19 terkadang menyebabkan sakit punggung?

Saat Anda sakit, tubuh memicu respons imun untuk melawan apa yang tidak termasuk di sana, seperti bakteri atau virus berbahaya. “Nyeri sendi di punggung dan kaki disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap virus,” kata Duda.

"Infeksi virus ini menyebabkan gemetar, menggigil, nyeri tubuh, dan kesulitan mobilitas," ungkapnya.

Mengalami nyeri otot yang disertai dengan gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di area lain, itu bisa menjadi tanda Covid-19. Bentuk nyeri punggung ini terasa seperti kram atau kejang pada otot punggung.

“Covid-19 unik karena menyebabkan peningkatan respons peradangan di paru-paru dan otak,” katanya.

"Itulah mengapa mereka yang terjangkit Covid-19 dapat mengalami sakit kepala yang berkepanjangan selama berbulan-bulan setelah virus teratasi dan mengapa orang terkadang membutuhkan oksigen atau dukungan ventilasi," ujarnya.

Namun, sakit punggung tidak otomatis berarti Anda mengidap Covid-19. Bisa juga disebabkan hal lain seperti cidera olahraga, radang sendi, cakram menonjol di tulang belakang, atau osteoporosis juga bisa menjadi penyebabnya. Jika Anda memiliki tanda-tanda lain dari Covid-19, dokter dapat memandu untuk menjalani tes PCR atau swab.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore