
Ilustrasi: IPB
JawaPos.com - Peneliti dari IPB University menyebutkan sebanyak 80 persen tanaman obat yang ada di dunia terdapat di Indonesia dan bisa digunakan sebagai ramuan herbal untuk pencegahan maupun pengobatan penyakit.
"Indonesia memiliki 143 juta hektare hutan tropis yang merupakan rumah bagi 80 persen tanaman obat di dunia," kata peneliti dari Pusat Studi Biofarmaka Tropis (TropBRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Rudi Heryanto, MSi, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Selasa (4/8), sesuai hasil seminar daring yang diselenggarakan oleh TropBRC.
Rudi mengatakan diperkirakan ada sekitar 25 ribu hingga 30 ribu tanaman yang berpotensi untuk dijadikan tanaman obat. Penelitian terbaru dari pakar IPB University mengidentifikasi 1.845 spesies tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat.
Ahli dari Laboratorium Biomedis dan Desain Obat Komputasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Prof. Dr. Arry Yanuar mengatakan bahwa banyak obat herbal dikenal di seluruh dunia sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan penyakit. Jamu adalah formulasi dari berbagai tanaman herbal.
Menurut dia, banyak senyawa dari alam yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Penemuan obat dari tanaman herbal tersebut membutuhkan metode untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam tanaman obat.
"Herbal dapat ditemukan dengan metode ilmiah menggabungkan berbagai bahan herbal. Ramuan herbal ini harus melewati berbagai uji klinis obat herbal sebelum dapat dikonsumsi. Formulasi herbal dapat menggunakan berbagai metode, salah satunya menggunakan jaringan etnofarmakologis. Pendekatan ini diterapkan pada bahan alami dengan aktivitas tertentu menggunakan data eksperimental," katanya.
Dosen IPB dari Departemen Statistik dan peneliti TropBRC Dr. Farit Mochamad Afendi, menjelaskan bahwa setiap tanaman memiliki sifat yang berbeda. Bahkan ada tanaman dengan berbagai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, sedangkan beberapa tanaman khusus hanya bisa untuk penyakit tertentu dan banyak juga yang memiliki manfaat umum.
Menurutnya keterampilan dalam memahami sifat ini penting untuk meramu ramuan herbal. "Tanaman yang paling sering digunakan dalam membuat herbal adalah jahe dan kunyit. Beberapa tanaman memiliki fungsi untuk menghilangkan rasa sakit, antibiotik, stimulan dan fungsi lainnya. Pengembangan obat herbal harus dilakukan dengan cara pendekatan praktis berdasarkan konsep multi-komponen, multi-target dan sinergi," kata Dr. Farit. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
