
Ilustrasi – ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, sehingga kualitasnya harus dijaga dengan baik. (Genbest)
JawaPos.com-Bidan dan doula pendiri Bumilpamil Jamilatus Sa’diyah menyampaikan strategi memompa ASI yang bisa diterapkan oleh ibu-ibu menyusui untuk memenuhi kebutuhan si kecil selama menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
"Waktu yang sering terasa optimal adalah setelah sahur, siang hari, menjelang berbuka, dan malam hari sebelum tidur," kata Jamila pada Rabu (18/2).
Lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 itu menyampaikan bahwa pada prinsipnya kebutuhan energi dan cairan ibu harus dipenuhi, ibu mesti cukup istirahat serta merasa aman dan rileks, dan payudara harus sering dikosongkan agar produksi ASI tetap lancar saat berpuasa.
Guna mengosongkan payudara, selain menyusui bayi secara langsung ibu menyusui bisa memompa ASI secara konsisten.
Ibu menyusui disarankan memompa ASI setiap dua sampai tiga jam sekali atau delapan sampai 12 kali dalam sehari kalau bayinya lebih kecil. Agar pengosongan payudara optimal, Jamila mengingatkan ibu menyusui untuk memastikan corong pompa ASI sesuai dengan ukuran payudara.
Jamila menyarankan penerapan teknik kompresi payudara dalam memompa ASI, yakni dengan meremas payudara secara lembut menggunakan tangan untuk merangsang refleks pengeluaran ASI serta memijat ringan payudara sebelum dan saat memompa untuk menstimulasi sekresi oksitosin.
"Stimulasi oksitosin kondisi rileks, lingkungan nyaman, melihat foto atau video bayi, skin-to-skin contact saat DBF (menyusui langsung), serta sentuhan atau pijat ringan dapat membantu refleks pengeluaran ASI," katanya.
Dia menyampaikan bahwa produksi ASI ibu setelah pemompaan sangat dipengaruhi oleh status cairan tubuh ibu, jadi penting untuk memastikan kebutuhan cairan ibu terpenuhi dengan segera minum saat berbuka dan sahur.
Selain memompa ASI, menurut dia, ibu tetap harus menyusui bayi secara langsung sesuai dengan permintaan bayi. Ia menambahkan, menyusui pada malam hari dan menjelang sahur bisa membantu menjaga produksi ASI selama ibu berpuasa.
Jamila menyarankan ibu menyusui untuk mempertimbangkan membatalkan puasa dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti urine berwarna sangat pekat, jarang buang air kecil, kepala pusing, sakit kepala hebat, dan tubuh lemas.
Ibu menyusui juga disarankan untuk segera membatalkan puasa kalau mengalami penurunan berat badan drastis atau mengalami tanda-tanda hipoglikemia seperti tubuh gemetar dan berkeringat dingin.
Penurunan kondisi ibu selama berpuasa bisa berdampak pada bayi. Akibatnya, bayi jadi tampak tidak puas saat menyusu, bayi rewel terus, bibir bayi kering, dan frekuensi buang air kecil bayi menurun menjadi kurang dari enam kali ganti popok basah per hari.
"Dalam prinsip kesehatan ibu dan anak, keselamatan ibu dan kecukupan nutrisi bayi adalah prioritas utama. Dalam Islam pun terdapat keringanan bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa bila dikhawatirkan berdampak pada dirinya atau bayinya," kata Jamila. (*)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
