
Ilustrasi seorang wanita yang memiliki kebiasaan makan yang cepat dan terburu-buru sehingga menyebabkan sering sendawa (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sendawa adalah proses keluarnya gas dari saluran pencernaan bagian atas melalui mulut. Gas ini biasanya berasal dari udara yang tertelan saat makan, minum, atau berbicara.
Ketika lambung terisi udara berlebih, tubuh secara alami melepaskannya dengan membuka katup di bagian atas lambung (sfingter esofagus bawah), sehingga gas dapat keluar sebagai sendawa. Proses ini merupakan mekanisme normal tubuh untuk menjaga kenyamanan dan mencegah perut terasa penuh atau kembung.
Sendawa bisa dialami pada siapa saja, baik orang dewasa atau bayi sekalipun. Namun, perlu diketahui juga karena sendawa yang terjadi terus-menerus dapat menjadi tanda jika tubuh mengalami suatu gangguan kesehatan.
Penyebab Umum Sendawa
Dikutip dari Alodokter, terdapat beberapa faktor umum yang menyebabkan seseorang mengalami sendawa.
1. Menelan Udara (Aerophagia)
Sengaja menelan udara maupun tidak, kondisi ini dikenal sebagai aerophagia. Udara yang masuk ke sistem pencernaan biasanya terdiri atas nitrogen dan oksigen, dan keduanya akan terdorong kembali ke atas oleh lambung menuju kerongkongan, lalu keluar melalui mulut sebagai sendawa.
Gas di dalam saluran cerna umumnya muncul akibat proses pencernaan atau karena udara yang ikut tertelan. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang berbicara sambil makan, mengunyah permen karet, mengisap permen, makan dengan tergesa-gesa, atau merokok.
2. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Tertentu
Sendawa bisa muncul akibat mengonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu, seperti brokoli, kol, bawang merah, pisang, biji-bijian utuh, serta minuman bersoda. Selain itu, minuman beralkohol dan makanan yang tinggi gula, tepung, maupun serat juga dapat memicu sendawa yang lebih sering.
3. Efek Jenis Obat Tertentu
Selain faktor menelan udara dan jenis makanan atau minuman tertentu, beberapa obat juga dapat memicu timbulnya sendawa. Beberapa di antaranya adalah obat diabetes tipe 2, obat pencahar, serta obat pereda nyeri.
Penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan bahkan dapat menimbulkan gastritis. Kondisi inilah yang kerap menyebabkan produksi gas di dalam perut lebih banyak, sehingga sendawa menjadi lebih sering.
4. Stres dan Banyak Pikiran
Ketika seseorang berada dalam kondisi stres atau cemas berlebihan, pola napas cenderung menjadi lebih cepat tanpa disadari. Hal ini menyebabkan lebih banyak udara masuk ke saluran pernapasan dan kemudian tertelan (hiperventilasi) dan dapat memicu sendawa.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
