
Ilustrasi gula (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Sakit kepala bisa muncul kapan saja, baik setelah makan manis berlebihan maupun ketika perut kosong terlalu lama. Meski sering dianggap sepele, nyeri kepala akibat perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan. Memahami kaitan antara gula dan sakit kepala bisa menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius.
Perubahan kadar gula darah, baik naik maupun turun secara drastis, dapat memicu timbulnya sakit kepala. Mengonsumsi gula atau karbohidrat olahan dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah, dikenal sebagai hiperglikemia. Sebaliknya, ketika asupan karbohidrat terlalu sedikit, kadar gula bisa turun menjadi terlalu rendah atau hipoglikemia.
Melansir dari Medical News Today, istilah seperti "sugar crash" atau "sugar hangover" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika kadar gula darah tiba-tiba menurun setelah lonjakan yang tinggi. Keadaan ini biasanya disertai dengan rasa lelah, pusing, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang mengonsumsi banyak gula sekaligus, lalu tidak makan untuk beberapa waktu setelahnya.
Pengaruh Diabetes terhadap Sakit Kepala
Bagi penderita diabetes, pengaturan kadar gula darah merupakan hal yang sangat penting. Tubuh mereka tidak mampu menyeimbangkan kadar glukosa secara alami, sehingga membutuhkan bantuan obat, pola makan sehat, dan gaya hidup yang teratur. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah, sakit kepala bisa muncul sebagai salah satu gejalanya.
Kegagalan menjaga stabilitas gula darah dapat memicu gejala lain seperti kelelahan, penglihatan kabur, dan kebingungan. Karena itu, bagi penderita diabetes, menjaga pola makan dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter merupakan cara terbaik untuk menghindari sakit kepala akibat fluktuasi gula darah.
Kaitan Antara Gula dan Migrain
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melewatkan waktu makan atau mengganti makanan bergizi dengan camilan manis dapat memicu serangan migrain. Saat mengonsumsi makanan tinggi gula, tubuh akan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula darah. Namun, proses ini bisa menyebabkan kadar gula turun terlalu cepat, memicu “sugar crash” dan memunculkan gejala migrain.
Walau hubungan antara gula dan migrain belum sepenuhnya dipahami, sebuah studi pada tahun 2020 menemukan bahwa kadar glukosa cenderung meningkat pada awal serangan migrain, lalu menurun seiring berjalannya waktu. Hal ini menandakan adanya keterkaitan kompleks antara kadar gula darah dan mekanisme migrain yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Selain itu, beberapa riset juga menyebutkan kemungkinan adanya hubungan antara pemanis buatan dan migrain. Namun, hasilnya belum konsisten, sehingga penting bagi setiap individu untuk mengenali pemicunya sendiri. Menyimpan catatan mengenai waktu dan penyebab migrain dapat membantu menentukan apakah gula merupakan salah satu faktor pemicunya.
Sakit Kepala Akibat Penghentian Gula
Menurunkan konsumsi gula secara tiba-tiba juga dapat memunculkan efek samping berupa sakit kepala. Kondisi ini dikenal sebagai “sugar withdrawal headache”. Biasanya, gejala ini muncul di awal seseorang mencoba diet rendah gula atau mengurangi minuman manis seperti soda dan permen. Tubuh yang terbiasa mendapatkan pasokan gula tinggi akan bereaksi ketika asupan tersebut tiba-tiba dihentikan.
Gejala ini bersifat sementara, dan tubuh biasanya akan beradaptasi setelah beberapa hari. Meski begitu, penting untuk mengurangi gula secara bertahap agar transisi menuju pola makan sehat terasa lebih nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit kepala berlebihan.
Cara Mengatasi dan Mencegah Sakit Kepala Akibat Gula
Sebagian besar sakit kepala ringan hingga sedang dapat diatasi dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas serta istirahat cukup. Namun, jika sakit kepala terjadi berulang atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
