Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 05.46 WIB

Momen Hari Jantung Sedunia, Waspadai Kolesterol, si Silent Killer

Ilustrasi seseorang meminum obat untuk kolesterol (Dok. Pexels) - Image

Ilustrasi seseorang meminum obat untuk kolesterol (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Menurut data Kementerian Kesehatan RI, 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kolesterol tinggi. Lebih dari setengahnya bahkan tidak menyadari karena penderita kolesterol tidak mengalami gejala yang dirasakan.

Yang mengkhawatirkan, kolesterol tinggi diam-diam bisa menjadi pemicu terjadinya jantung lemah, hipertensi, hingga stroke, dan menjadi penyakit yang masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.

Seringkali kita baru sadar pentingnya menjaga kolesterol setelah tubuh memberi alarm keras lewat hasil cek kesehatan. Sayangnya, di titik itu sudah terlambat untuk sekadar pencegahan. Karena itu, menjaga kolesterol bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan yang harus dimulai sekarang oleh semua orang.

Dalam momentum Hari Jantung Sedunia, penting kiranya kita mengenalikan kolesterol supaya tidak berdampak buruk pada kondisi kesehatan. Apalagi, kolesterol kadang tanpa ada gejala dirasakan oleh para penderitanya.

"Faktanya, banyak orang baru peduli kolesterol setelah masalah datang, padahal kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun. Inilah yang membuatnya disebut sebagai silent killer. Dengan Omepros, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih proaktif menjaga kesehatan jantung sejak dini," kata dr. Mariani Leman selaku Direktur PT NutriSains (Pharos Group), dalam keterangannya..

Dia juga mengatakan, menjaga kolesterol bukan hanya mencegah penyakit, tapi juga memastikan kualitas hidup agar tetap terjaga dengan baik. Kolesterol tinggi saat ini bisa menyerang siapa saja bukan hanya pada mereka yang sudah berusia lanjut. Anak-anak muda dengan gaya hidup kurang baik juga potensial menderita kolesterol.

"Makanan sehari-hari orang Indonesia seperti gorengan, santan, dan daging berlemak, bila berlebihan, bisa meningkatkan risiko kolesterol. Menurut WHO, menjaga kadar kolesterol tetap normal bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 50 persen," paparnya.

Untuk menjaga diri supaya kolesterol tidak tinggi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dengan rutin olahraga dan menjaga pola makan. Selain itu, juga perlu dukungan nutrisi yang tepat dan baik. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore