Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 16.11 WIB

Sering Mendengar Istilah Penyakit Kuning? Ketahui Penyebab dan Cara Menanganinya

Ilustrasi penyakit kuning. (fahum.umsu.ac.id)

JawaPos.com - Penyakit kuning atau dalam istilah medis disebut jaundice (ikterus), yaitu kondisi ketika kulit dan bagian putih mata tampak berwarna kuning. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam sirkulasi darah. 

Dikutip dari Alodokter, pada bayi yang baru lahir kondisi ini masih tergolong umum dan wajar terjadi. Gejala ini mungkin muncul saat bayi berusia 2–4 hari dan akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika penyakit kuning tidak membaik hingga lebih dari 14 hari, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Penyakit kuning merupakan tanda adanya masalah kesehatan lain, sehingga kondisi ini bisa dirasakan siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika orang di sekitar kita ada yang mengalami sakit kuning, maka segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Penyebab Penyakit Kuning

Beberapa penyebab umum penyakit kuning antara lain proses pemecahan sel darah merah berlebihan (hemolisis), gangguan pada organ hati (seperti hepatitis atau sirosis), penyumbatan saluran empedu (misalnya karena batu empedu atau tumor).

Pada faktor penyebab yang terakhir, normalnya bilirubin diproses oleh hati lalu dikeluarkan melalui empedu, urine, dan feses. Namun, ketika terjadi gangguan pada hati, saluran empedu, atau proses metabolisme bilirubin, zat ini akan menumpuk dalam darah sehingga timbul gejala penyakit kuning.

Dikutip dari Alodokter, bayi yang memiliki kadar bilirubin hingga 25 mg/dL atau lebih perlu mendapatkan penanganan segera. Jika tidak, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan otak, gangguan pendengaran hingga penyakit cerebral palsy.

Namun, beberapa kasus penyakit kuning pada bayi disebabkan fungsi hati (liver) mereka yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan membaik dengan perawatan khusus.

Cara Penanganan Penyakit Kuning

Secara umum, penanganan terhadap orang yang mengalami penyakit kuning dibedakan berdasarkan usia. Dikutip dari Halodoc, jika bayi mengalami ikterus dengan tingkat sedang hingga berat, dokter bisa memberikan makanan tambahan atau suplemen untuk membantu menurunkan kadar bilirubin.

Selain itu, mungkin akan disarankan untuk mengambil tindakan fototerapi. Fototerapi yaitu prosedur dengan sinar khusus yang berfungsi memecah bilirubin di kulit agar lebih mudah dikeluarkan tubuh. 

Pada kasus ikterus yang dipicu oleh ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi, transfusi protein darah mungkin diperlukan. Sementara itu, dalam kondisi yang parah dan tidak merespons terapi sebelumnya, dokter dapat melakukan prosedur transfusi tukar untuk menurunkan kadar bilirubin secara lebih cepat. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore