
Ilustrasi seseorang yang mengantuk akibat sering begadang. (Freepik.com)
JawaPos.com - Begadang merupakan kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh setiap orang. Salah satu dampak yang umum dijumpai akibat begadang yaitu mengantuk, badan tidak bugar hingga menimbulkan berbagai penyakit.
Dilansir dari alodokter.com, umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur sebanyak 7 - 9 jam perhari, Sedangkan untuk usia remaja sekitar 8 - 10 jam. Dengan mendapatkan tidur yang cukup, tubuh akan lebih fit dan dapat menjaga kesehatan tubuh.
Pada kenyataannya, memiliki waktu tidur yang cukup ternyata bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Pasalnya, baik dewasa maupun remaja masih banyak yang terbiasa untuk begadang. Alasan yang cukup beragam diantaranya seperti menyelesaikan tugas atau pekerjaan, bermain game, atau menonton pertandingan tim favoritnya.
Alangkah lebih baik, jika merubah kebiasaan ini untuk kehidupan yang lebih baik. Lantas apa saja dampak buruk yang akan terjadi jika terlalu sering begadang? simak penjelasannya berikut ini.
Masalah Gangguan Mental
Jika terlalu sering begadang akan menyebabkan risiko terjadinya masalah mental. dikutip dari siloamhospital.com, saat kurang tidur, tubuh akan rentan mengalami stres. Pasalnya, saat begadang tubuh akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah banyak. Hormon tersebut akan memicu terjadinya stres.
Berat Badan Meningkat
Kurang tidur dapat mengakibatkan kenaikan berat badan lebih dibandingkan orang yang tidurnya cukup, Hal ini yang akan mengakibatkan orang yang sering begadang akan rentan terkena obesitas.
Menurunkan Konsentrasi
Konsentrasi akan mengalami penurunan jika anda sering begadang. Ketika kurang tidur, akan membuat tubuh menjadi lelah sehingga fokus akan terganggu.
Tidak hanya itu, efek samping lainnya yaitu berkurangnya daya ingat pada seseorang. sel-sel yang ada pada saraf otak tidak memilki waktu yang cukup untuk melakukan regenerasi.
Munculnya Gangguan pada Kulit
Tidak hanya memicu stres, hormon kortisol yang diproduksi secara berlebih oleh tubuh juga dapat menimbulkan berbagai masalah pada kulit. Pasalnya, hormon kortisol dapat merusak struktur kolagen pada kulit.
Sistem Kekebalan Tubuh Menurun
Dikutip dari alodokter.com, berbagai riset menunjukkan bahwa waktu tidur kurang dari 6 jam dapat memicu menurunnya sistem kekebalan tubuh, hal ini mengakibatkan tubuh akan lebih rentan terkena bakteri maupun virus.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
