
Anak aktif bermain di luar rumah sebagai bagian dari pola hidup sehat. (Pexels)
JawaPos.com – Pola hidup sehat tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga sangat krusial dan wajib diterapkan sejak masa kanak-kanak.
Saat ini, kasus penyakit metabolik pada anak seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi meningkat secara signifikan, terutama akibat pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan sedenter.
Laporan dari World Health Organization pada 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 39 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami kelebihan berat badan.
Kondisi ini menunjukkan tren global yang mengkhawatirkan terkait obesitas anak, yang tak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga semakin banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk di Asia dan Afrika.
Hal ini berkaitan erat dengan gaya hidup yang tidak aktif dan konsumsi makanan tinggi gula serta lemak jenuh sejak usia dini.
“Nutrisi yang cukup merupakan salah satu kunci untuk pertumbuhan anak. Kurangnya nutrisi dapat menyebabkan anak tidak mencapai potensi tinggi badan yang diharapkan,” jelas Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), Ph dalam kanal Youtube FKKMK UGM Official.
Membiasakan anak untuk makan makanan bergizi, aktif secara fisik, tidur cukup, dan menghindari kebiasaan buruk seperti konsumsi junk food atau screen time berlebih adalah investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.
Menurut jurnal Pediatrics edisi Februari 2025, anak yang rutin sarapan sehat, minum air putih cukup, dan aktif minimal 60 menit setiap hari memiliki risiko 70% lebih rendah terkena gangguan metabolik dibandingkan anak yang menjalani gaya hidup pasif.
Orang tua memegang peran sentral dalam membentuk pola hidup anak. Mulai dari menyediakan makanan sehat di rumah, memberi contoh gaya hidup aktif, hingga membatasi konsumsi makanan olahan.
Demikian pula, sekolah perlu berperan aktif dengan menyediakan program olahraga rutin dan edukasi gizi dalam kurikulum.
“Pola hidup sehat untuk anak-anak sangat penting untuk mencegah penyakit metabolik. Kebutuhan gizi anak berbeda dengan orang dewasa, sehingga perlu perhatian khusus dalam diet mereka,” tambah dr. Mei Neni dokter spesialis anak sekaligus pakar tumbuh kembang
Gaya hidup sedenter, seperti duduk terlalu lama di depan layar, menjadi penyebab utama meningkatnya obesitas dan resistensi insulin.
Kebiasaan ini mengganggu metabolisme anak dan membuat tubuh sulit mengatur kadar gula darah dengan baik.
Pola hidup sehat sejak masa kanak-kanak adalah kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit metabolik yang bisa muncul di kemudian hari.
Dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik cukup, dan lingkungan yang mendukung, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik maupun mental.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
