
Ilustrasi seseorang yang sedang batuk. (freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasakan tenggorokan tiba-tiba gatal dan memicu batuk saat menghadapi situasi yang menegangkan, seperti presentasi penting atau wawancara kerja?
Sensasi ini bukan sekadar terjadi kebetulan. Kecemasan ternyata dapat mempengaruhi sistem pernapasan dan memicu batuk, bahkan dalam beberapa kasus disebut sebagai batuk psikogenik.
Mari kita bahas lebih lanjut penjelasan psikologis di baliknya.
Kecemasan dan Dampaknya pada Tubuh
Melansir Calm Clinic, kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap stres. Namun, ketika berlebihan, ia dapat memicu berbagai gejala fisik, salah satunya pada sistem pernapasan.
Baca Juga: Komaidi Notonegoro: Impor LNG Akan Lebih Mahal, Industri Perlu Pertimbangkan Solusi Domestik
Reaksi ini seringkali diabaikan bahkan disalahartikan sebagai gejala penyakit fisik biasa.
Mengapa Kecemasan Memicu Batuk?
Melansir Psych Central, terdapat beberapa mekanisme yang menjelaskan hubungan antara kecemasan dan batuk antara lain:
Pernapasan yang Cepat dan Dangkal (Hiperventilasi): Saat cemas, kita cenderung bernapas lebih cepat dan dangkal. Hal tersebut menyebabkan hiperventilasi, kondisi di mana kadar karbon dioksida dalam darah menurun, sehingga memicu gejala gatal di tenggorokan yang memicu batuk.
Ketegangan Otot: Kecemasan seringkali menyebabkan otot di tubuh menegang. Ketegangan ini dapat menciptakan sensasi seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan dan memicu batuk.
Batuk Psikogenik (Somatic Cough): Dalam beberapa kasus, batuk yang dipicu oleh kecemasan dapat berkembang menjadi batuk psikogenik. Batuk ini berasal dari faktor psikologis, kecemasan. Batuknya bisa berupa batuk kering, berdahak, bahkan batuk yang berulang-ulang tanpa sebab yang jelas.
Asam Lambung (GERD): Terkadang cemas berlebih membuat asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan batuk.
Gejala Lainnya
