Grand Launching Mobile X-ray (Elva JollyPlus 301) dan fasilitas produksi Dialyzer (RenaCare) pada Selasa (10/9). (Nurul Adriyana)
JawaPos.com – Alat kesehatan (Alkes) dengan teknologi canggih memang diperlukan untuk mendeteksi penyakit agar pengobatan yang dilakukan bisa tepat sasaran. Untuk itu, produksi Alkes dalam negeri terus digenjot guna memaksimalkan pelayanan dan menekan biaya kesehatan.
Diungkapkan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri baru 20 persen. Sisanya masih mengandalkan impor terutama untuk alat kesehatan berteknologi tinggi. Kendati demikian, produksi alkes dalam negeri mengalami perkembangan yan pesat dalam tiga tahun terakhir.
“Meningkat tajam (produksi Alkes dalam negeri, Red), pertumbuhannya sekitar 15 persen dan kami berharap ke depannya makin banyak lagi,” ujar Rizka dalam peluncuran alat kesehatan lokal Mobile X-ray (Elva JollyPlus 301) dan fasilitas produksi Dialyzer (RenaCare) baru-baru ini.
Untuk itu, pemerintah menargetkan pada 2029, 80 persen alat kesehatan sudah dibuat di dalam negeri dari total produksi. Sehingga, sebagai bagian dari fokus transformasi layanan kesehatan, alkes dalam negeri bukan hanya memberikan pelayanan lebih maksimal tapi juga pemeratan akses dan efisiensi biaya.
Seperti Mobile x-ray produksi PT Forsta Kalmedic Global yang diperuntukan buat rontgen. Bentuknya yang tidak besar bisa memudahkan penempat dan dipindah-pindah. Tanpa perlu ke rumah sakit, harapannya mobile x-ray bisa ditempatkan di faskes sehingga bisa mempercepat diagnosa penyakit.
“Jadi bisa dipakai di klinik, di rumah sakit, untuk mempercepat diagnosa penyakit, terutama TBC. Kita punya banyak kasus TBC yang harus kita basmi. Penemuan kasus TBC melalui konfirmasi rontgen itu sangat penting. Itu standar kesehatan yang harus dilaksanakan,” ujarnya.
Lalu kedua Dialyzer, yag digunakan sebagai saringan untuk cuci darah dialysis. Menurut Rizka, umumnya cuci darah pada pasien gagal ginjal kronik ini biayanya besar. Tentunya dengan diproduksi di dalam negeri, harapannya ketersediaan untuk cuci darah ini akan lebih cepat, lebih murah, dan lebih merata di seluruh Indonesia.
“Sehingga cuci darah bisa dilakukan untuk semua pasien kita, tidak perlu jauh-jauh karena dengan alat cuci darah yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dengan Dialyzer yang diproduksi di Indonesia,” tukasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, mengungkapkan, penyediaan alat kesehatan produksi Mobile X-ray dan Dialyzer yang diproduksi di dalam negeri oleh Kalbe melalui Forsta, merupakan bagian dari komitmen Kalbe untuk terus meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat. Tindakan ini juga bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait ketahanan kesehatan nasional demi mendorong kemandirian industri kesehatan dalam negeri.
“Kalbe terus mendukung program pemerintah di bidang kemandirian kesehatan, termasuk yang ada dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) di mana industri alat kesehatan menjadi sektor prioritas,” ujar Irawati Setiady.
“Pengembangan sektor prioritas ini juga meningkatkan TKDN industri alat kesehatan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, terutama pengadaan pemerintah. Salah satu alat kesehatan yang ingin dikembangkan adalah produk dengan teknologi medium-high, termasuk produk radiologi,” tambah Irawati.
Mobile x-ray dan Dialyzer
Mobile x-ray merupakan perangkat radiografi yang dapat dipindahkan atau dibawa ke berbagai lokasi untuk mengambil gambar sinar-x. Berbeda dengan mesin sinar-x stasioner yang biasanya ditempatkan di ruang radiologi di rumah sakit atau klinik, mesin sinar-x portabel atau mobile ini dirancang untuk digunakan di tempat-tempat yang mungkin sulit dijangkau oleh pasien, seperti ruang perawatan intensif (ICU), ruang operasi, atau bahkan di rumah pasien.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
