Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 15.32 WIB

Terdapat 1 dari 5 Balita di Indonesia Alami Stunting, Pemicunya Kurang Asupan Gizi yang Tepat

ILUSTRASI. Anak mengalami stunting. (News24) - Image

ILUSTRASI. Anak mengalami stunting. (News24)

JawaPos.com – Angka kasus stunting di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Merujuk data pemerintah, diperkirakan ada satu dari lima anak di Indonesia mengalami stunting. Diantara pemicunya adalah malnutrisi karena kurangnya asupan gizi yang tepat.

Fenomena angka stunting di Indonesia itu, dikupas dalam sosialisasi yang diselenggarakan Abbott Nutrition bersama Kemendikbudristek. Sosialisasi mengenai asupan nutrisi itu digelar di TK Islam Bunayya, Jakarta.

Kolaborasi dua institusi itu, berupaya memberikan informasi dan sumber daya terhadap keluarga dan anggota komunitas. Kemudian menyediakan pemeriksaan di tempat untuk membantu mengidentifikasi malnutrisi. Serta membantu mendorong pertumbuhan holistik pada anak.

Dalam forum itu dijelaskan bahwa malnutrisi merupakan masalah kompleks yang muncul dalam berbagai bentuk. Kasus stunting, merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang umum terjadi. Stunting muncul diantaranya ketika tinggi badan anak berada di bawah tinggi badan yang sehat untuk usianya.

Kasus stunting dapat menghambat tumbuh kembang anak. Kemudian juga mempengaruhi kesehatannya secara menyeluruh. Serta membatasi potensi mereka di masa depan. Anak pengidap stunting berisiko mengalami defisiensi imun, gangguan fungsi kognitif, masalah perilaku, penurunan kesehatan tulang, serta penurunan massa otot.

Merujuk sejumlah literatur, saat ini terdapat sekitar 148 juta balita di seluruh dunia yang mengidap stunting. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6,3 juta di antaranya berada di Indonesia. Jumlah ini hampir sama dengan populasi Laos yang tercatat 6,4 juta jiwa.

"Malnutrisi memengaruhi anak di segala usia dan status sosial serta ekonomi," kata Dr. Prawira Winata, Head of Nutrition Medical Affairs at Abbott in Indonesia, dalam keterangannya Kamis (22/8).

Untuk itu dia menyatakan, dalam memerangi masalah malnutrisi itu, dibutuhkan upaya bersama. Yaitu antara pemerintah dan swasta. Dia menyambut baik kolaborasi dengan Kemendikbudristek tersebut.

Dia mengatakan, telah lama berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia melalui nutrisi yang baik. Inisiatif dengan Kemendikbudristek itu diharapkan akan membantu menyediakan sarana dan dukungan kepada para orang tua untuk mengidentifikasi malnutrisi sejak dini, menangani, dan mencegahnya.

Sementara itu Komalasari selaku Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbudristek mengatakan, mengurai masalah stunting, termasuk pencegahannya merupakan prioritas utama di Indonesia. "Mendorong kesadaran dan pemahaman terkait pemeriksaan tumbuh kembang dan nutrisi yang baik itu penting," katanya.

Di sisi lain, kata Komalasari, ada kebutuhan untuk mengedukasi orang tua dan guru, dalam mendukung pertumbuhan anak. Dia menekankan kerja sama itu semakin memperkuat upaya pemerintah dalam menangani stunting. Pemerintah terus berupaya menekan angka prevalensi stunting di Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore