
ILUSTRASI penderita Amandel. (KRISMONICA ZULCHA/DOK. JAWA POS)
Amandel atau tonsil menjadi pertahanan pertama dari kuman yang masuk lewat mulut. Karena itu, amandel rawan terkena infeksi. Sama seperti flu, penyakit ini ternyata menular dengan mudah.
PENULARANNYA bisa lewat percikan ludah, sharing makanan-minuman, dan penggunaan alat makan bersama bekas penderita. Amandel yang terinfeksi bakteri atau virus akan tampak merah dan bengkak sehingga menimbulkan nyeri saat menelan.
Gejala lebih lanjut bisa disertai dengan demam, bau mulut, dan pembengkakan kelenjar getah bening. ”Apabila disebabkan virus, 1–2 hari sudah membaik jika imunitas bagus,” ujar dr Olivia Tantana MBiomed SpTHTBKL.
Kalau disebabkan bakteri, perlu periksa ke dokter untuk diberi antibiotik. ”Pemulihannya sekitar 5–7 hari,” lanjut dokter spesialis telinga hidung tenggorokan dan bedah kepala leher RSK Vincentius A Paulo Surabaya itu.
Namun, ada pula beberapa indikasi yang mengharuskan dilakukan tindakan operasi. Salah satunya, kondisi amandel yang membesar hingga menyumbat jalan napas atas serta adanya riwayat abses disertai nanah di daerah sekitar amandel.
”Yang sakit amandel 3x dalam setahun selama tiga tahun berturut-turut, atau 5x dalam setahun selama dua tahun berturut-turut, atau 7x dalam setahun sakit amandel terus itu dapat dipertimbangkan untuk operasi,” urai dr Olivia.
dr Olivia Tantana MBiomed SpTHTBKL, dokter spesialis telinga hidung tenggorokan bedah kepala leher.
Operasi akan mengurangi tingkat kekambuhan terjadinya infeksi amandel. Apabila dengan perubahan pola hidup dapat diperbaiki dan fungsi amandel masih bagus, sebaiknya dipertahankan.
”Makanan dan minuman yang bikin iritasi tenggorokan, imunitas rendah, udara yang terlalu dingin atau panas, dan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol adalah faktor pemicu kekambuhan,” bebernya.
Ketika mengalami radang amandel, lakukan perawatan di rumah. Hindari makanan pedas dan perasa yang dapat menimbulkan iritasi. Perbanyak minum air putih dan lakukan kumur dengan larutan air hangat dicampur garam.
”Istirahat cukup. Jika diberi dokter antibiotik, minum sampai habis, jangan ketika 1–2 hari merasa enakan lalu berhenti (minum antibiotik). Setelah sembuh, ganti sikat gigi,” imbuhnya.
Pada beberapa kasus, radang amandel memang dapat sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Namun, ada risiko komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat, terjadi berulang, atau tergolong kronis.
Di antaranya, henti napas saat tidur, sinusitis, dan penyebaran infeksi ke organ lain. ”Paling sering itu peradangan disertai terbentuknya nanah di sekitar amandel. Itu sakit banget dan menyebabkan demam tinggi,” ungkapnya. (lai/c7/nor)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
