Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2024 | 07.20 WIB

Mengenal Anemia Aplastik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai. - Image

Tanda-tanda Anemia Aplastik yang Perlu Diwaspadai.

JawaPos.com - Anemia aplastik adalah penyakit langka yang terjadi ketika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan sel darah baru yang cukup. Sumsum tulang adalah jaringan spons di dalam tulang yang bertanggung jawab untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh, sel darah putih berfungsi melawan infeksi, dan trombosit membantu pembekuan darah. Ketika sumsum tulang tidak menghasilkan cukup sel darah, maka tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Dikutip dari hopkinsmedicine.org, Selasa (9/4), berikut adalah gejala, penyebab, dan pengobatan dari Anemia Aplastik. Gejala anemia aplastik meliputi:

• Kelelahan
• Kulit pucat
• Sesak napas
• Pusing
• Pendarahan atau memar
• Infeksi

Gejala anemia aplastik dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Orang dengan anemia aplastik ringan mungkin tidak memiliki gejala apa pun.

Penyebab

Anemia aplastik dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

• Penyakit autoimun: Sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di sumsum tulang.
• Paparan racun: Paparan bahan kimia berbahaya, seperti benzena dan pestisida.
• Obat-obatan: Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kloramfenikol, antikonvulsan, dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
• Radiasi: Paparan radiasi tingkat tinggi.
• Idiopathic

Penyebab anemia aplastik tidak diketahui dalam banyak kasus. Namun, dapat disebabkan oleh paparan bahan kimia beracun, obat-obatan tertentu, atau radiasi. Ini juga dapat dikaitkan dengan kondisi penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Diagnosis

Anemia aplastik dapat didiagnosis dengan tes darah dan biopsi sumsum tulang. Tes darah akan menunjukkan rendahnya jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Biopsi sumsum tulang akan menunjukkan apakah sumsum tulang menghasilkan cukup sel darah.

Pengobatan

• Transfusi darah: Meningkatkan jumlah sel darah merah dan trombosit.
• Terapi imunosupresif: Menekan sistem kekebalan tubuh dan membantu sumsum tulang menghasilkan sel darah baru.
• Transplantasi sumsum tulang: Mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat dari donor.

Pengobatan anemia aplastik tergantung pada penyebabnya, tingkat keparahan, dan usia pasien. Dalam beberapa kasus, orang dengan anemia aplastik berat mungkin memerlukan transplantasi sumsum tulang untuk bertahan hidup. Dalam kasus lain, mungkin hanya diperlukan pengobatan dengan obat-obatan seperti kortikosteroid atau globulin antitimosit, serta transfusi darah.

Komplikasi anemia aplastik dapat meliputi:

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore