Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Januari 2023 | 14.17 WIB

Terlalu Banyak Konsumsi Gula Picu Jerawat, Simak Fakta dan Solusinya

Ilustrasi. Kulit jerawat dan kering dapat diatasi dengan cara menghidrasi dari dalam serta luar. - Image

Ilustrasi. Kulit jerawat dan kering dapat diatasi dengan cara menghidrasi dari dalam serta luar.

JawaPos.com - Makanan atau minuman manis rupanya tidak hanya dihubungkan pada penyakit diabetes saja, tetapi juga memberi dampak pada kesehatan kulit. Secara medis, yang terjadi pada tubuh jika terlalu banyak konsumsi gula dapat menyebabkan kulit berjerawat atau break out.

Gula salah satu makanan yang tidak baik untuk kulit. Dan tidak hanya gula, tapi juga makanan yang mengandung glikemik tinggi yang dengan cepat akan berubah diproduksi jadi gula dalam tubuh. Makanan berglikemik tinggi akan meningkatkan kadar insulin.

"Selain dari 'jerawat fast food', bukan lemak dalam makanan cepat saji yang tampaknya menyebabkan jerawat, tapi adalah karbohidrat olahan," kata dokter kulit Omaha dr. Joel Schlessinger kepada wartawan baru-baru ini.

Batasi Jenis Makanan Berikut

Pizza, burger, cokelat (coklat banyak dicampur dengan susu dan gula) tampaknya memiliki efek negatif pada kulit. Karbohidrat sederhana, seperti gula pasir, gula rafinasi, roti putih dan soda, menyebabkan kadar insulin melonjak secara drastis yang menyebabkan ledakan peradangan di seluruh tubuh.

Makanan karbohidrat sederhana merupakan pilihan terburuk. Sebut saja roti putih, permen, gorengan, es krim, jus buah, pasta, saus tomat, keju krim, selai, pizza, gula (putih dan coklat manis), makanan ringan kemasan dan soda.

Bagaimana Gula Memicu Jerawat?

Peradangan akan menghasilkan enzim yang mencegah pertumbuhan kolagen dan elastin, akan mengakibatkan kulit kendur dan berkerut. Gula yang telah dicerna secara permanen akan menempel pada kulit melalu proses yang dikenal dengan istilah glikasi. Selain akan meningkatkan efek penuaan dini, glikasi juga dapat memperburuk kondisi kulit seperti jerawat dan rosacea.

"Dan, semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan mengembangkan resistensi insulin, yang akan dapat bermanifestasi sebagai pertumbuhan rambut (hirsutisme) dan juga bercak hitam di leher dan lipatan di seluruh tubuh," jelasnya.

Indeks glikemik pada makanan dan minuman manis bisa menentukan seberapa cepat kadar gula naik setelah mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi. Sebuah penelitain studi tahun 2002 yang diterbitkan oleh Archives of Dermatology menunjukan bukti kuat bahwa makanan tertentu akan menyebabkan munculnya jerawat.

Cara Mengatasinya

Berikut adalah tips untuk membatasi konsumsi manis atau gula dan mencegah jerawat :

1. Tidur yang Cukup

Ketika kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon stres, kortisol yang memobilisasi simpanan gula dan menyebabkan insulin kamu melonjak. Efek stress sangat berkorelasi dengan munculnya jerawat.

2. Gizi Seimbang

Makanlah makanan yang sehat dan seimbang. Jangan berpikir untuk menurunkan asupan gula berarti harus menurunkan asupan secara dratis.

3. Gunakan Gula Pengganti Alami

Menggunakan gula pengganti alami sepertu stevia cukup efektif. Drip Sweet Stevia dengan kandungan 0 kalori, 0 glukosa, anti bakteri tinggi, menurunkan peradangan, menurunkan gula dan tekanan darah.

4. Hindari Tepung

Hindari tepung yang di goreng dengan api besar. Pilihkan makan protein dan sayuran terlebih dahulu. Karena protein dan sayuran tidak merangsang isulin dan juga bisa menjaga tubuh dari pemicu peradangan yang disebabkan dari makakan yang memicu insulin.

5. Pilih Lemak Baik

Lemak baik adalah teman sejati. Misalnya Omega-3, membuat kulit Anda terlihat lembut, kenyal, dan bercahaya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore