Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Desember 2022, 22.48 WIB

Khasiat Daun Cocor Bebek, Bantu Penyembuhan Luka, Keseleo, dan Memar

OBAT LUAR: Asti Lukita saat mengobati tangannya yang terkilir dengan tanaman cocor bebek, Kamis (22/12). Tanaman tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati luka, memar, dan keseleo. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

OBAT LUAR: Asti Lukita saat mengobati tangannya yang terkilir dengan tanaman cocor bebek, Kamis (22/12). Tanaman tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati luka, memar, dan keseleo. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Masyarakat mengenal tanaman cocor bebek atau sosor bebek hanya sebagai tanaman hias yang mudah tumbuh. Tidak lebih dari itu. Namun, sungguh mengejutkan. Daun tanaman itu ternyata mulai mendapat perhatian peneliti dari berbagai negara. Terutama karena manfaatnya untuk pengobatan luar, termasuk luka. Sedemikian populernya khasiat itu, sehingga perusahaan kosmetik ternama pun menggunakannya sebagai salah satu bahan baku pembuatan krim untuk kulit.

---

NAMA ilmiah tanaman ini adalah Kalanchoe pinnata, dari suku Crassulaceae, dan berasal dari Madagaskar di Afrika. Termasuk jenis tanaman menahun dengan tinggi mencapai 1–1,5 m, dan sukulen. Artinya, ada bagian jaringan tanaman yang menebal sebagai tempat cadangan air.

Daun yang menjadi ciri utama tanaman tersebut mudah dikenal, yaitu tebal dan banyak kandungan air. Itu membuat cocor bebek dipandang sebagai tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi kekeringan. Bagian tepi daun bergerigi yang ditumbuhi tunas mirip dengan cangkang kerang.

Tunas daun dapat menjadi alat pembiakan, yaitu cukup dengan memotong daun yang bertunas dan langsung menanamkannya. Batangnya lunak dan beruas. Sementara itu, bunganya berwarna merah muda.

Informasi pemanfaatan tanaman cocor bebek oleh masyarakat dari berbagai negara menunjukkan sejumlah pengalaman untuk pengobatan dalam dan luar. Di Amerika, Afrika, Tiongkok, Australia, dan India, cocor bebek digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional.

Di India, misalnya. Jus daun atau rebusan daun dalam air cocor bebek digunakan untuk mengatasi bisul, luka gigitan serangga, dan menghentikan pendarahan karena teriris. Pada pemakaian dalam, antara lain, untuk gangguan saluran cerna dan saluran pernapasan. Beberapa negara menggunakannya untuk mengatasi keseleo atau memar, luka bakar, pembengkakan, sebagai antidiabetes, anti-ulcer, antihipertensi, dan pelindung fungsi liver.

Aktivitas Pengobatan Luka


Hasil penelitian khasiat daun cocor bebek sebagai penyembuh luka cukup beragam. Peneliti India melalui publikasi terbaru menggunakan ekstrak etanol daun tersebut untuk mengamati aktivitas itu. Hasilnya, terjadi percepatan pengurangan ukuran luka dan pembengkakan.

Percobaan dengan berbagai pelarut juga dilakukan, termasuk air dan petroleum eter. Semuanya menunjukkan aktivitas, sedangkan ekstrak air menunjukkan aktivitas yang terbaik. Diduga, khasiat itu adalah hasil kerja dari senyawa golongan fenol dan glikosida steroidal.

Brasil adalah salah satu negara yang masyarakatnya mengenal pemanfaatan daun cocor bebek dengan baik. Itulah antara lain yang menjadikan cocor bebek termasuk dalam daftar tanaman obat yang terpilih dalam sistem kesehatan negara itu. Peneliti dari lembaga perguruan tinggi negara tersebut juga tertarik mengamati khasiat sari air daun cocor bebek untuk penyembuhan luka.

Uji ekstrak air pada beberapa kelompok hewan coba mencit dilakukan selama 14 hari. Hasilnya menunjukkan khasiat penyembuhan melalui reduksi daerah luka, meningkatnya reepitelisasi, dan menurunnya jumlah sel mononuclear.

Reepitalisasi artinya pembentukan sel baru sebagai tahapan perbaikan jaringan kulit penutup luka. Yakni, rangkaian tahap penyembuhan luka hingga sempurnanya epitelisasi. Sel mononuclear berperan untuk perbaikan jaringan, mengatasi pembengkakan, serta mempertahankan keseimbangan menuju perbaikan dan kesembuhan. Penelitian itu dilanjutkan pada relawan manusia penderita diabetes. Hasilnya, terdapat manfaat penyembuhan luka diabetik pada kaki penderita.

Setelah mendapat hasil, peneliti Brasil yang lain melakukan uji untuk membandingkan dua krim yang dibuat dari bahan daun cocor bebek. Ekstrak air daun cocor bebek dan senyawa flavonoid utama kandungan daun digunakan sebagai bahan krim dalam dua krim yang berbeda. Keduanya diuji dengan cara dioleskan ke luka yang dibuat pada kulit tikus selama 15 hari.

Pada hari ke-12, ternyata kedua krim menunjukkan persentase penutupan luka lebih dari 90 persen. Keduanya menghasilkan proses reepitelisasi yang lebih baik dan pembentukan serat kolagen yang lebih padat. Kolagen adalah protein pada jaringan kulit yang membuat kulit kencang dan terlihat segar.

Khasiat penyembuhan yang sama dari kedua jenis krim mengindikasikan bahwa penggunaan ekstrak sudah menunjukkan manfaat, tanpa harus mengisolasi senyawa kandungan tertentu dari ekstrak. Krim berbahan ekstrak pasti lebih mudah dibuat dan harganya lebih murah.

Cara Pemanfaatan Cocor Bebek sebagai Obat Luar

- Cuci daun dengan air bersih. Lalu, iris dan lumatkan hingga hancur dengan peralatan yang dicuci bersih sebelum dipakai.

- Cuci daerah luka dengan cairan antiseptik dan bilas dengan air bersih.

- Bubuhkan daun yang sudah dihancurkan secukupnya pada area luka.

- Lakukan 2–3 kali sehari sambil mengamati hasilnya.

Jenis Luka yang Dapat Diobati

Luka teriris, bisul, dan bekas gigitan serangga.

Memar atau terkilir juga dapat diobati dengan cara yang sama.

Apabila luka makin membengkak atau tidak terlihat tanda penyembuhan setelah 3–4 hari, segeralah berkonsultasi dengan dokter.




*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore