
PREVENTIF: Skrining hepatitis B terhadap ibu hamil dilakukan di faskes masing-masing sejak awal kehamilan. (Foto diperagakan oleh Suci Dwi Lestari - Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Setiap ibu hamil umumnya memiliki kondisi yang berbeda. Salah satu masalah atau keluhan misalnya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang dapat memicu sembelit.
Sembelit selama kehamilan ternyata menjadi masalah yang umum. Sembelit terjadi ketika sakit pada perut atau ketidaknyamanan, susau buang air besar, dan keras saat buang air besar.
Apa yang menyebabkan sembelit selama kehamilan?
Dikutip dari American Pregnancy, Kamis (15/12), secara umum diet rendah serat dapat menyebabkan konstipasi. Sembelit selama kehamilan juga disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang mengendurkan otot usus yang menyebabkan makanan dan sisanya bergerak lebih lambat melalui sistem.
Ada beberapa cara untuk mengatasi sembelit ketika hamil seperti laporan Fruit 18 for Adult. Bagaimana tipsnya?
1. Cukup Minum Air Putih
Minum banyak cairan itu penting, terutama saat meningkatkan asupan serat membantu memastikan feses lebih lunak. Minumlah 10 hingga 12 gelas cairan setiap hari. Keringat, iklim panas atau lembab, dan olah raga dapat meningkatkan kebutuhan Anda akan cairan tambahan.
2. Cukup Serat
Penting mengonsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah dan rutin olahraga. Makan makanan berserat tinggi idealnya, Anda akan mengonsumsi 25 hingga 30 gram serat makanan per hari dari buah-buahan, sayuran, sereal sarapan, roti gandum, plum, dan dedak. Ini membantu memastikan tinja yang lebih besar yang lebih mudah buang air besar.
3. Obat pencahar
Tapi, sebenarnya obat pencahar bagi ibu hamil tidak nyaman karena menimbulkan perut mules atau melilit. Ketika ibu hamil mengalami sembelit, tentu akan lebih baik jika segera diberikan solusinya. Akan tetapi, solusi pengobatan sembelit bagi ibu hamil tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan anjuran dokter.
4. Suplemen Nutrisi
Nutrisi atau suplemen yang mengandung ekstrak buah persik, buah cranberi, buah mangga, buah pear, buah peach, buah pepaya, apricot, strawberry, rasberi, pisang, jeruk, apel, anggur, cherry, dan limau menambah serat buah alami. Ada pula serat apel, serat jeruk, dan serat kurma. Bisa juga memiliu ekstrak kacang cola, ekstrak teh hijau, umbi turmerik, dan daun peppermin hingga kandungan vitamin c, mineral, kalsium, dan probiotik.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
