Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 19.02 WIB

Daftar Obat Terkait Ginjal Akut Belum Lengkap, Termorex Tak Tercantum

Berbagai jenis merek obat sirup disalah satu apotek di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (21/10/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek di Indonesia untuk menyetop sementara semua penjualan obat bebas dalam bentuk sediaa - Image

Berbagai jenis merek obat sirup disalah satu apotek di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (21/10/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek di Indonesia untuk menyetop sementara semua penjualan obat bebas dalam bentuk sediaa

JawaPos.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menemukan 102 obat dari 156 rumah pasien gangguan ginjal akut dan sedang diteliti. Sebanyak 102 obat itu diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diteliti.

Daftar 102 obat itu ditampilkan ke publik agar masyarakat merasa aman. Sebanyak 102 obat itu masih belum lengkap secara keseluruhan dan akan segera di-update.

"List yang tadi ada, itu obat-obatan yang ditemukan di rumah kediaman pasien. Dan kami tanyakan ke orang tua obat itu diminum oleh pasien. Obat-obat ini sekarang kami serahkan ke BPOM untuk diuji. Apakah ada senyawa," jelas Menkes Budi dalam keterangan virtual, Jumat (21/10).

"Kata Pak Presiden (Jokowi), buka saja mereknya biar masyakarat aman, tetapi nama produsennya kami tutup," jelas Menkes Budi dalam keterangan virtual, Jumat (21/10).

Setelah double checked tes toksikologi, dan juga biopsi, kata dia, pasien terkonfirmasi tercemar senyawa Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang dikonsumsi anak-anak dalam obat. "Kami datangi semua rumah-rumah tersebut. Dari 156 anak, kami temukan 102 obat di lemari keluarga masing-masing, jenisnya sirop. Ini yang sedang kami teliti," tegas Menkes.

"Kami akhirnya tahu meninggalnya gara-gara ini. Nah, senyawa itu masuk dari mana? Kami datangi tuh, semua rumah anak ini. Nah, ini kan jumlah kasus bertambah terus tuh," tambahnya.

Termorex Tak Masuk dalam Daftar

Sebelumnya BPOM mengumumkan obat dengan kandungan cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas aman pada 5 (lima) produk. Kelima produk itu termasuk Termorex.

Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Namun, dalam daftar terbaru yang diumumkan, Termorex tak tercantum. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengakui daftar obat tersebut masih tercantum beberapa obat yang ganda atau dobel. Dan soal Termorex mengapa tak tercantum, Nadia tak merinci lebih jauh.

Dari 102 daftar obat itu, tidak terdapat termorex yang oleh BPOM diduga tercemar EG dan DEG. Sebab, daftar obat yang dirilis terbatas dari rumah 156 pasien saja. Bisa jadi, Termorex ada di luar 156 pasien, atau memang sudah tercemar sesuai temuan BPOM secara langsung.

"Yes, sabar karena ada beberapa yang dobel ya, tapi kalau mau dirilis berdasarkan preskon silakan. Tapi, list kami pasti ada update," tutup Nadia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore