
Angelica Nathania Kumala memetik daun sirih-sirihan atau ada juga yang menyebut sirih cinta. Tanaman yang kerap dianggap gulma itu ternyata memiliki segudang manfaat kesehatan. Salah satunya untuk pereda batuk (Angger Bondan/Jawa Pos)
Tanaman sirih-sirihan selama ini acapkali dianggap sebagai gulma karena mudah tumbuh secara liar. Kemudahan tumbuh itu sering kali mengganggu keindahan koleksi tanaman lain sehingga orang mencabut dan membuangnya. Padahal, tanaman tersebut termasuk herbal yang memiliki khasiat. Salah satunya menjadi obat batuk untuk anak.
---
ASAL tanaman adalah kawasan tropis utara dan selatan Benua Amerika dengan nama ilmiah Peperomia pellucida dari suku Piperaceae. Nama itu berasal dari kata latin per (tembus) dan lucidus (jernih), artinya ”tembus pandang”. Tumbuh di berbagai kawasan tropis dunia secara menggerombol, sirih-sirihan makin subur pada musim hujan. Tinggi tanaman 15–45 cm, batang lunak, bunga berbentuk bulir, dan daun hijau muda berbentuk oval memanjang.
Nama lain sirih-sirihan adalah suruh-suruhan, sirih Cina, atau ketumpang air. Mungkin nama itu diberikan karena memang bagian tanaman yang berada di atas tanah berbau seperti daun sirih hijau.
Walau kerap dianggap sebagai gulma, informasi pemanfaatan sirih-sirihan untuk kesehatan sangat beragam di berbagai kawasan dunia. Dalam ulasan ilmiahnya pada 2017, peneliti Sri Lanka menguraikan pemanfaatan tanaman tersebut pada berbagai pengobatan rakyat atau tradisional. Misalnya, bisa mengatasi gangguan pada saluran usus, saluran pernapasan, susunan saraf pusat, ginjal, jantung, nyeri reumatik, penyakit kulit, dan patah tulang.
Di Filipina, sirih-sirihan termasuk dalam sepuluh jenis herbal utama yang penggunaannya sudah mendapatkan pengakuan dan perizinan resmi dari departemen kesehatan setempat. Alasan utama pengakuan itu erat berkaitan dengan khasiat yang sangat beragam. Contohnya adalah pemakaian rebusan bagian tanaman di atas tanah untuk mengatasi radang karena kadar asam urat tinggi dan gangguan fungsi ginjal. Rebusan tersebut bisa juga digunakan untuk membilas kulit wajah yang bermasalah.
Daun sirih-sirihan yang dihangatkan dan diletakkan pada luka atau bisul membantu mempercepat penyembuhan. Para dokter di Manila juga menyebutkan manfaatnya untuk mengatasi nyeri artritis (nyeri persendian).
Secara tradisional, Indonesia sudah memakainya untuk membantu pengobatan luka, bisul, jerawat, nyeri perut, kolik, nyeri reumatik, kelelahan, penyakit ginjal, hingga radang mata. Tumbukan daun digunakan untuk mengatasi sakit kepala atau vertigo pada penderita demam.
Variasi jenis gangguan kesehatan yang dapat ditanggulangi sirih-sirihan erat berkaitan dengan kompleksnya zat kandungan. Studi menemukan kandungan zat bioaktif tanin, flavonoid, glikosida, alkaloid, saponin, terpen, fenol, fitosterol, steroid, dan resin. Minyak asiri dengan komposisi β-caryophyllene, carotol, dan dillapiole memberikan bau khas. Golongan flavonoid, antara lain, acacetin, apigenin, dan isovitexin. Fitosterol, antara lain, stigmasterol dan sitosterol. Peneliti Malaysia menemukan terdapatnya protein dan beberapa mineral. Berkat temuan inilah, daun sirih-sirihan disarankan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran yang kaya protein dan nutrisi mikro lainnya.
Antibakteri, Antioksidan, Antiradang
Di Indonesia, dijumpai pemanfaatan sirih-sirihan sebagai obat batuk anak di kalangan masyarakat yang berdiam jauh dari kota besar di Jawa. Beberapa studi bisa membantu menjelaskan khasiat tersebut seperti antibakteri, antipiretik (penurun suhu tubuh), antioksidan, dan antiradang. Studi menunjukkan khasiat berbagai jenis ekstrak daun sebagai antibakteri gram positif dan gram negatif.
Hasil studi peneliti asal Bangladesh pada hewan coba menunjukkan khasiat berbagai ekstrak sirih-sirihan sebagai penurun suhu tubuh. Penurunan suhu itu diduga berlangsung melalui kerja senyawa beta sitosterol. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan daya yang kuat, yang terjadi karena khasiat senyawa kandungan golongan fenol. Ekstrak air dan pelarut lain juga menunjukkan aktivitas antiradang yang signifikan.
Pendongkrak Imunitas Tubuh
Informasi penggunaan sirih-sirihan secara turun-temurun untuk mengatasi kelelahan serta nyeri otot dan persendian pada kelompok pekerja di Indonesia menarik untuk diperhatikan. Beberapa hasil studi yang dapat membantu menjelaskannya adalah efek antihipertensi, antidiabetes, depresan pada susunan saraf pusat, penurun kelebihan kadar asam urat, efek imunostimulan, antinyeri, antioksidan, dan antiradang.
Penelitian dilakukan pada hewan coba dan belum dilanjutkan dengan uji klinis. Hasil uji pada sistem saraf pusat dapat menjawab pemakaian sirih-sirihan secara tradisional untuk menenangkan, yaitu mengatasi penyakit epilepsi dan kejang. Kemampuan menurunkan kadar asam urat dapat meramalkan kerjanya dalam menjaga fungsi ginjal dan mengatasi edema (penumpukan cairan dalam jaringan tubuh). Senyawa kandungan beta sitosterol daun bekerja sebagai antiradang, yang diduga berperan dalam mengatasi nyeri otot dan persendian.
Menurut peneliti Bangladesh, kandungan senyawa golongan fitosterol diduga berperan dalam peningkatan imunitas tubuh, yaitu berkaitan dengan khasiat sebagai ”adaptogen.” Artinya, kemampuan memperbaiki dan meningkatkan kesehatan umum tanpa efek samping. Memang sirih-sirihan dinyatakan aman dikonsumsi. Namun, dosis pemakaian belum ditetapkan secara resmi. Sebaiknya sirih-sirihan dikonsumsi secara teratur dalam jumlah tidak berlebih seperti sayur-mayur lainnya. (*)
Cara Pemanfaatan Sirih-sirihan
Daun dan batang dapat ditumis sebagai sayuran ”berempah” (spicy vegetable) atau campuran dalam salad.
Obat batuk:
- Ambil 4–5 tanaman segar (bagian di atas tanah). Cuci bersih, lalu potong kasar untuk merusak dinding sel.
- Letakkan dalam mangkuk. Beri sedikit air.
- Masukkan ke panci kukus. Panasi dengan api sedang hingga air di dalam panci kukus mendidih, lanjutkan pemanasan 10–15 menit.
- Saring. Minum 150 ml.
Minuman untuk meningkatkan daya tahan tubuh:
- Ambil 2–3 tanaman segar sesuai dengan kebutuhan. Tambahkan 500 ml air.
- Rebus dalam panci dengan api sedang hingga mendidih.
- Kecilkan api, lanjutkan pemanasan 10–15 menit.
- Saring. Minumlah 250 ml selama tiga kali seminggu.
DARI BERBAGAI SUMBER

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
