
Photo
JawaPos.com - Sejumlah pasien mengeluhkan luka cacar monyet terasa perih dan nyeri. Luka atau ruam (lesi) muncul setelah demam turun. Luka cacar monyet berangsur sembuh, namun bekasnya sulit hilang.
Dilansir dari Science Times, Jumat (19/8), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengatakan bahwa lesi cacar monyet bersifat keras atau kenyal, berbatas tegas, dalam, dan kadang-kadang dapat berkembang menjadi pusaran yang terlihat dengan titik di atasnya. Luka itu sering terasa menyakitkan sampai sembuh ketika mereka menjadi gatal.
Luka dapat berkembang di bagian tubuh mana pun. Evolusi berkembang melalui empat langkah yakni makula, populer, vesikular, dan pustular.
1. Ruam Makula
Ruam dimulai sebagai makula, ketika lesi pertama kali muncul sebagai area datar pada kulit yang berubah warna. Warnanya ditandai dengan kemerahan.
2. Ruam Papula
Kemudian ruam menjadi papula, berkembang menjadi benjolan yang terangkat. Bentuknya lebih tinggi daripada daerah sekitarnya.
3. Ruam Vesikel
Ketika ruam menjadi vesikel, bakal menyerupai lepuh kecil benjolan yang menonjol dengan cairan bening. Ada pula yang berisi nanah.
4. Ruam Pastula
Tiga tahap pertama masing-masing berlangsung selama satu hingga dua hari. Kemudian lesi berkembang menjadi pustula. Tahap ini biasanya berlangsung lima sampai tujuh hari. Lesi menjadi berisi cairan buram dan bulat serta keras saat disentuh.
Timbulkan Bekas Luka
Sayangnya, bekas cacar dapat meninggalkan perubahan permanen yang tidak diinginkan pada kulit. Dokter kulit bersertifikat dr. Trisha Dasgupta mengatakan kepada ABC News bahwa beberapa pasien mungkin mengalami bekas luka depresi atau atrofi yang terlihat seperti yang terlihat setelah infeksi ayam atau dengan jerawat parah.
Luka cacar monyet dapat sembuh dengan perubahan warna kulit yang cerah atau gelap. Dasgupta mencatat bahwa bekas luka ini dapat memiliki penampilan dan tingkat keparahan yang bervariasi. Lesi pada wajah cenderung sembuh lebih baik daripada bagian tubuh lainnya.
Para ahli menyarankan merawat kulit sebagai cara terbaik untuk mencegah jaringan parut. Setelah sembuh, disarankan untuk pergi ke dokter kulit atau kecantikan untuk menyembuhkannya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
