Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Agustus 2022 | 21.51 WIB

Luka Akibat Cacar Monyet Terasa Sakit dan Bekasnya Sulit Hilang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sejumlah pasien mengeluhkan luka cacar monyet terasa perih dan nyeri. Luka atau ruam (lesi) muncul setelah demam turun. Luka cacar monyet berangsur sembuh, namun bekasnya sulit hilang.

Dilansir dari Science Times, Jumat (19/8), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengatakan bahwa lesi cacar monyet bersifat keras atau kenyal, berbatas tegas, dalam, dan kadang-kadang dapat berkembang menjadi pusaran yang terlihat dengan titik di atasnya. Luka itu sering terasa menyakitkan sampai sembuh ketika mereka menjadi gatal.

Luka dapat berkembang di bagian tubuh mana pun. Evolusi berkembang melalui empat langkah yakni makula, populer, vesikular, dan pustular.

1. Ruam Makula

Ruam dimulai sebagai makula, ketika lesi pertama kali muncul sebagai area datar pada kulit yang berubah warna. Warnanya ditandai dengan kemerahan.

2. Ruam Papula

Kemudian ruam menjadi papula, berkembang menjadi benjolan yang terangkat. Bentuknya lebih tinggi daripada daerah sekitarnya.

3. Ruam Vesikel

Ketika ruam menjadi vesikel, bakal menyerupai lepuh kecil benjolan yang menonjol dengan cairan bening. Ada pula yang berisi nanah.

4. Ruam Pastula

Tiga tahap pertama masing-masing berlangsung selama satu hingga dua hari. Kemudian lesi berkembang menjadi pustula. Tahap ini biasanya berlangsung lima sampai tujuh hari. Lesi menjadi berisi cairan buram dan bulat serta keras saat disentuh.

Timbulkan Bekas Luka

Sayangnya, bekas cacar dapat meninggalkan perubahan permanen yang tidak diinginkan pada kulit. Dokter kulit bersertifikat dr. Trisha Dasgupta mengatakan kepada ABC News bahwa beberapa pasien mungkin mengalami bekas luka depresi atau atrofi yang terlihat seperti yang terlihat setelah infeksi ayam atau dengan jerawat parah.

Luka cacar monyet dapat sembuh dengan perubahan warna kulit yang cerah atau gelap. Dasgupta mencatat bahwa bekas luka ini dapat memiliki penampilan dan tingkat keparahan yang bervariasi. Lesi pada wajah cenderung sembuh lebih baik daripada bagian tubuh lainnya.

Para ahli menyarankan merawat kulit sebagai cara terbaik untuk mencegah jaringan parut. Setelah sembuh, disarankan untuk pergi ke dokter kulit atau kecantikan untuk menyembuhkannya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore