
SECUKUPNYA: Asupan garam per hari tidak hanya yang ada dalam masakan rumah, tapi juga jajanan plus camilan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sejumlah restoran atau rumah makan seringkali menyediakan garam bubuk tambahan di atas meja. Jika seseorang sangat menyukai rasa asin, umumnya mereka menambahkan garam lagi ke atas makanan mereka. Kebiasaan ini tak baik bagi kesehatan dan memicu kematian lebih cepat.
Dalam penelitian disebutkan, menambahkan garam tambahan ke makanan sebelum dimakan memiliki 28 persen peningkatan risiko kematian dini. Para peneliti menemukan bahwa pada usia 50, orang yang selalu menambahkan garam ke makanan mereka sebelum makan, angka harapan hidup berkurang 1,5 tahun (untuk perempuan) atau 2,28 tahun (untuk pria).
Pada orang berusia antara 40 dan 69 tahun, sekitar 3 dari setiap 100 orang meninggal sebelum waktunya. Tambahan konsumsi garam menunjukkan satu orang tambahan per 100 orang bisa meninggal lebih awal.
"Sepengetahuan saya, penelitian kami adalah yang pertama menilai hubungan antara menambahkan garam ke makanan dan kematian dini," kata Penulis utama Profesor Lu Qi, dari Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine di New Orleans, AS, seperti dilansir dari Diabetes.co.uk, Kamis (4/8).
Ini memberikan bukti baru untuk mendukung rekomendasi agar memodifikasi perilaku makan untuk meningkatkan kesehatan. Bahkan pengurangan sederhana dalam asupan natrium, dengan menambahkan lebih sedikit atau tanpa garam pada makanan di meja, kemungkinan besar akan menghasilkan manfaat kesehatan yang substansial.
Metode Penelitian
Penelitian melibatkan lebih dari 500 ribu orang, melihat lebih dekat berapa banyak orang yang menambahkan garam ke makanan mereka sebelum makan, selain garam yang mungkin ditambahkan selama proses memasak. Para peserta diikuti selama rata-rata 9 tahun, dengan kematian dini digolongkan sebagai kematian sebelum usia 75 tahun.
"Meneliti kebiasaan menambah garam masyarakat memang sulit karena beberapa makanan, terutama makanan olahan, sudah memiliki kadar garam yang tinggi," katanya.
Garam dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, stroke, dan kanker Profesor Qi mengatakan menambahkan garam ke makanan di meja adalah perilaku makan umum yang secara langsung berkaitan dengan preferensi seseorang untuk mendapatkan makanan yang terasa asin.
"Menambahkan garam di meja menyumbang 6-20 persen dari total asupan garam dan menyediakan cara unik untuk mengevaluasi hubungan antara kebiasaan asupan natrium dan risiko kematian," katanya seperti sudah dalam dilaporkan dalam European Heart Journal. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
