
Penderita kaki gajah.
JawaPos.com - Filariasis (kaki gajah) memang menyebabkan ukuran kaki membesar. Tak hanya kaki, sejumlah bagian tubuh seperti tangan hingga alat kelamin juga bisa ikut membesar.
Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria (mikrofilaria) yang dapat menular oleh perantara nyamuk sebagai vektor. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tak mendapat pengobatan akan menimbulkan cacat menetap seumur hidup berupa pembesaran bagian tubuh. Hal itu tentu akan menimbulkan efek psikologis bagi penderita dan keluarganya.
"Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal atau mandiri, dan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga me jadi beban," papar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Kementerian Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, dalam paparan tertulisnya.
Jika sudah membengkak, penyakit kaki gajah tak bisa lagi disembuhkan hanya menimbulkan kecacatan. Masa inkubasi penyakit ini rentang waktu 5-8 tahun kemudian. Bengkak bisa terjadi di kaki, alat kelamin, dan payudara.
Cara Penularan dari Cacing, Nyamuk, hingga Diderita Manusia
Penyakit kaki gajah disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Wucheria Bancrofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori. Semua spesies tersebut terdapat di Indonesia. Namum lebih dari 70 persen kasus di Indonesia disebabkan oleh Brugia Malayi.
Untuk jenis nyamuknya, saat ini ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, dan Armigeres yang dapat berperan sebagai vektor filariasis. Tetap vektor utamanya adalah Anopheles Farauti dan Anopheles Punctulatus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa beberapa spesies dari genus Anopheles di samping berperan sebagai vektor malaria juga berperan sebagai vektor filariasis.
Larva cacing dari muda hingga menjadi larva infektif di dalam tubuh nyamuk berlangsung selama 1-2 pekan. Sedangkan dari mulai masuknya larva dari nyamuk ke tubuh manusia hingga menjadi cacing dewasa berlangsung selama 3-36 bulan. Meski terkesan gampang sekali tertular oleh nyamuk, namun pada kenyataannya diperlukan ratusan hingga ribuan gigitan nyamuk hingga bisa menyebabkan penyakit kaki gajah.
Cacing jantan dan betina hidup di dalam kelenjar limfe bentuknya halus seperti benang dan berwarna putih susu. Mikrofilaria yang terisap oleh nyamuk melepaskan sarungnya di dalam lambung, menembus dinding lambung dan bersarang di antara otot-otot toraks.
Bila nyamuk yang mengandung larva stadium III bersifat infektif dan menggigit manusia, maka larva tersebut secara aktif masuk ke dalam tubuh dan bersarang di saluran limfe. Kemudian mengalami pertumbuhan dan tumbuh menjadi cacing dewasa.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
