Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juni 2022 | 17.03 WIB

Mudah Lelah-Sesak Napas Saat Aktivitas Ringan, Waspada Gagal Jantung

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Hanya melakukan aktivitas sederhana tetapi mudah sekali merasa lelah. Napas terengah-engah hingga sesak saat telentang, ternyata menjadi salah satu sinyal ancaman bahaya penyakit gagal jantung.

Dalam diskusi bersama Cardiothoracic Surgeon (Spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskuler) dr. Vebiona Kartini P. Putri, SpJP, FIHA, terungkap banyak pasien yang terdiagnosis gagal jantung beranggapan bahwa mereka tidak lagi memiliki harapan hidup. Padahal, menurut dr. Vebi, sapaannya, penyakit gagal jantung masih dapat dikendalikan dengan tatalaksana yang tepat yang diberikan oleh dokter spesialis jantung.

"Pasien gagal jantung tetap dapat menjalankan hidup yang mendekati normal, berkualitas, dan beraktivitas seperti biasa. Namun, sangat penting bagi pasien gagal jantung agar patuh terhadap perawatan dan pengobatan yang diberikan oleh dokter, serta menerapkan pola hidup yang sehat seperti menjaga pola makan dan rajin berolahraga," kata dr. Vebi dalam diskusi webinar, Rabu (15/6).

Apa itu gagal jantung?

Menurut dr. Vebi, gagal jantung merupakan kondisi dimana otot-otot di dinding jantung perlahan-lahan melemah dan membesar, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dan oksigen untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Awalnya, mungkin gejala dari penyakit gagal jantung belum dapat terlalu dirasakan.

"Seiring dengan waktu, jantung akan mulai berjuang memompa cukup banyak darah ke tubuh, gejala akan mulai muncul dan dapat memburuk apabila tidak ditangani segera," tegasnya

Apa saja gejalanya?

Ternyata mudah lelah menjadi gejala khas penyakit ini. Awalnya, mungkin gejala dari penyakit gagal jantung belum dapat terlalu dirasakan.

Untuk sementara, jantung dan tubuh bisa mengatasi penyakit gagal jantung dengan bekerja ekstra agar tetap bisa mempertahankan fungsinya memompa lebih cepat dan memompa lebih banyak darah dengan kecepatannya. Hal ini disebut kompensasi. Seiring dengan hal itu, overaktivitas dari sistem tubuh akan menyebabkan fase dekompensasi yang ditandai dengan perburukan gejala.

Selain itu, ada sejumlah gejala tipikal yang menjadi gejala awal, di antaranya :

Sesak napas saat terlentang, ketika beristirahat di malam hari atau saat beraktivitas. Cepat Lelah bila beraktivitas ringan, seperti mandi, jalan lebih dari 300 meter atau naik tangga. Dan terjadi bengkak. Bengkak terutama terjadi pada tungkai kaki bawah.

"Pada tahap awal, tubuh mungkin akan merasa mudah lelah, lemah. Seperti kehabisan napas saat melakukan aktivitas sehari-hari," katanya

Gejala Lanjutan di antaranya :

Jantung terasa berdebar lebih kencang atau berdebar-debar.Saat penyakit gagal jantung bertambah parah, cairan mulai terakumulasi di paru-paru dan di bagian tubuh lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan merasa sesak napas yang semakin berat meski saat istirahat. Penumpukan cairan, terutama di kaki, bagian pergelangan kaki. Batuk atau sesak napas, terutama saat berbaring, lebih nyaman tidur dengan bantal tinggi. Perlu buang air kecil lebih banyak di malam hari.

"Maka dari itu seseorang harus melakukan pengecekan kondisi kesehatan secara rutin agar segera mendeteksi dini gagal jantung. Jika tak terdeteksi dini dan mengikuti pola hidup tak sehat, seorang dengan kondisi gagal jantung bisa memburuk, bahkan hingga kematian," tutupnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore