Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 April 2022 | 23.00 WIB

Vaksin AstraZeneca dan mRNA Diklaim Manjur Cegah Kematian Covid-19

TANPA ANTRE: Seorang vaksinator menyiapkan dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat vaksinasi Lapangan THOR, Sabtu (31/7). (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

TANPA ANTRE: Seorang vaksinator menyiapkan dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat vaksinasi Lapangan THOR, Sabtu (31/7). (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Vaksin AstraZeneca dan mRNA diklaim efektif dalam memberikan perlindungan yang setara terhadap rawat inap dan kematian Covid-19. Akan tetapi kemanjuran bakal diraih setelah dua dosis vaksin. Dalam penelitian terbaru para ahli tentang data dari 79 studi dunia nyata terungkap.

Tinjauan terbaru ini memperjelas bahwa vaksin AstraZeneca, yang dikenal sebagai vaksin Covid-19 'vektor virus', dan vaksin 'mRNA', memberikan tingkat perlindungan yang setara terhadap rawat inap (91,3-92,5 persen) dan kematian (91,4-93,3 persen), tanpa memandang usia, dan secara statistik tidak berbeda. Pada saat proses review, data-data terkait dihubungkan dengan Delta dan varian sebelumnya. Namun data statistik terbaru menunjukkan temuan yang serupa pada varian Omicron.

"Vaksin Covid-19 sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan membantu negara-negara Asia Tenggara kembali normal selama setahun terakhir. Tinjauan para ahli kami menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca dan vaksin mRNA yang tersedia dapat memberikan perlindungan tingkat tinggi yang serupa terhadap Covid-19 yang mengancam jiwa. Hal ini merupakan informasi penting bagi para pembuat kebijakan publik untuk dapat mempertimbangkan penggunaan vaksin Covid-19 yang optimal untuk masyarakat selama 12 bulan ke depan," kata Direktur Oxford Clinical Research Unit di Vietnam Profesor Guy Thwaites, secara virtual baru-baru ini.

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan, tingginya antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi Covid-19 terkadang langsung diartikan sebagai efektivitas dari suatu vaksin. Padahal kadar antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi tersebut memang dapat bervariasi.

"Namun kemampuan vaksin-vaksin tersebut ternyata serupa dalam mencegah rawat inap di rumah sakit ataupun kematian akibat Covid-19," kata dr. Erlina.

Data yang ditinjau oleh para pakar penyakit menular dari seluruh Asia, berasal dari VIEW-hub, sebuah platform interaktif untuk memvisualisasikan data tentang penggunaan dan dampak vaksin yang dikembangkan oleh Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg dan Pusat Akses Vaksin Internasional. Platform ini diperbarui setiap minggu untuk memasukkan studi dunia nyata tentang efektivitas vaksin.

Sebanyak 79 studi dunia nyata yang ditinjau termasuk data efektivitas komparatif untuk vaksin AstraZeneca dan vaksin mRNA yang banyak digunakan, khususnya BNT162b2 dan mRNA-1273. Platform VIEW-hub saat ini tidak dirancang untuk mendapatkan hasil keamanan dari studi ini, sehingga tidak dapat digunakan untuk membandingkan dari sisi keamanan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore