Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 April 2022 | 21.31 WIB

Batuk dan Sesak Napas Tak Kunjung Membaik Bisa Pertanda Kanker Paru

Ilustrasi pemeriksaan paru. Pexels/Antara - Image

Ilustrasi pemeriksaan paru. Pexels/Antara

JawaPos.com–Dokter Spesialis Paru dari Mayapada Hospital Surabaya Bambang Susilo Simon mengingatkan, batuk dan sesak napas yang tak kunjung membaik pada seseorang yang tidak memiliki riwayat merokok bisa jadi pertanda adanya kanker paru.

”Mayapada Hospital Surabaya baru-baru ini kedatangan pasien lansia perempuan usia 70 tahun. Pasien tersebut datang dengan keluhan batuk dan sesak napas yang tak kunjung membaik tanpa riwayat merokok. Pasien segera dilakukan pemeriksaan rontgen dan CT Scan paru dengan kontras. Ditemukan tumor pada paru sebelah kanan serta cairan di rongga selaput pembungkus paru di area tersebut,” kata Bambang seperti dilansir dari Antara pada Sabtu (9/4).

Dokter kemudian melakukan tindakan pengambilan cairan tersebut dan dilakukan tindakan bronkoskopi (biopsi paru) untuk memastikan status tumor paru apakah berbahaya atau tidak. Bronkoskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk melihat ke dalam organ saluran napas/bronchus di dalam paru-paru dengan memasukkan alat serupa selang fleksibel dengan lampu dan kamera di ujungnya.

Bronkoskopi digunakan untuk mendapatkan sampel lendir atau jaringan paru untuk biopsi, untuk menghilangkan benda asing atau penyumbatan lain di saluran paru-paru, atau untuk memberikan terapi pengobatan untuk masalah pada paru-paru.

”Hasil biopsi dan CT Scan paru dari pasien perempuan berumur 70 tahun tersebut, diketahui diagnosa pasien adalah kanker paru jenis Non Small Cell Lung Cancer - Adenocarcinoma stadium 4,” terang Bambang.

Adenocarcinoma paru adalah jenis kanker paru primer yang paling banyak terjadi dan merupakan jenis kanker paru yang paling sering dialami pasien perempuan Asia yang tidak merokok. Pada dasarnya, faktor risiko utama dari kanker paru termasuk adenocarcinoma adalah merokok.

Selain itu, faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan kanker paru, mutasi gen, serta paparan asap, bahan kimia, dan logam berat. Gejala kanker paru antara lain batuk yang tak kunjung sembuh, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, kesulitan bernafas dan menelan, turun berat badan tanpa sebab yang jelas.

”Penanganan kanker paru termasuk adenocarcinoma tergantung pada stadium, lokasi kanker, dan kondisi pasien secara keseluruhan. Pada pasien ini, terapi awal yang dilakukan adalah kemoterapi untuk mencegah menyebarnya sel kanker sambil menunggu hasil pemeriksaan analisa genetik dari sel kanker paru ini, di mana nantinya jenis obat yang digunakan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan ini,” ucap Bambang.

Kanker paru stadium awal biasanya belum menunjukkan gejala, sedangkan jika sudah bergejala biasanya kanker sudah memasuki stadium lanjut. Untuk itu melakukan deteksi dini kanker paru sangat penting dilakukan terutama bagi yang memiliki faktor risiko.

Pemeriksaan direkomendasikan mulai usia 40 tahun. Pemeriksaan dengan LDCT paru atau Low Dose CT Scan paru dapat mendeteksi kanker paru bahkan stadium awal dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen paru. Jika terdeteksi sejak dini, tingkat keberhasilan terapi tentunya akan tinggi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore