Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 03.18 WIB

Sering Begadang Bisa Sebabkan Stroke, Benarkah? Berikut Penjelasannya

ILUSTRASI: Begadang. (Pexels) - Image

ILUSTRASI: Begadang. (Pexels)

JawaPos.com - Begadang, atau tidur terlalu sedikit atau terlambat di malam hari, adalah kebiasaan yang umum di kalangan banyak orang.

Sebagian orang melakukannya karena tuntutan pekerjaan, jadwal yang padat, atau bahkan sebagai pilihan gaya hidup.

Namun, apakah sering begadang benar-benar dapat meningkatkan risiko stroke? Mari kita bahas fakta-fakta yang ada.

Hubungan Antara Begadang dan Stroke:

Ada bukti yang menunjukkan bahwa begadang secara rutin dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Ini terkait dengan beberapa alasan:

1. Tekanan Darah Tinggi

Begadang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk stroke.

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke.

2. Gangguan Pola Tidur

Gangguan pola tidur yang sering, termasuk kurang tidur, dapat mengganggu proses regenerasi sel-sel dalam tubuh.

Ini dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan sistem saraf, yang dapat berkontribusi pada risiko stroke.

3. Gangguan Metabolisme

Begadang juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk cara tubuh mengatur gula darah dan lemak.

Gangguan metabolisme ini dapat memicu peradangan dan kerusakan pembuluh darah.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore