
Ilustrasi usus kotor/ Sumber: freepik.com/diana.grytsku
JawaPos.com – Pencernaan adalah kunci utama dalah segala hal mulai dari kesehatan mental hingga kekebalan tubuh.
Kesehatan pencernaan berarti memiliki usus yang bersih. Namun, apa jadinya ketika kesehatan usus itu buruk atau usus kotor?
Di dalam usus mengandung bakteri dan mikrobioma yang baik untuk tubuh. Tapi, mikrobioma usus juga mengandung mikroorganisme yang bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh.
Ketidakseimbangan mikrobioma dalam usus akan menyebabkan penyakit yang bisa membahayakan, seperti radang usus, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kanker kolorektal.
Untuk menghindari berbagai risiko penyakit, kamu harus tahu tanda-tanda apa yang dikeluarkan tubuh, jika mikrobioma dalam usus tidak seimbang, yang menyebabkan usus tidak sehat.
Simak ulasan berikut!
1.Masalah pada kulit
Ketika kamu makan, makanan tertentu kulit akan bereaksi dengan menimbulkan jerawat atau masalah kulit lainnya. Makanan yang tinggi gula rafinasi atau lemak jenuh menyebabkan bakteri usus.
Penelitian pada 2021, jenis makanan yang tinggi lemak bisa meningkatkan ketidakseimbangan bakteri usus yang menyebabkan berbagai masalah pada kulit, seperti jerawat, rosacea, eksim, psoriasis, dan ketombe.
Studi yang sama menemukan bahwa, individu yang mengidap rosacea atau kondisi kulit wajah yang kemerahan seperti bintik jerawat, memiliki masalah pencernaan.
Dikutip dari Forbes, orang dengan kondisi rosacea mengalami masalah pencernaan sekitar dua sampai tiga persen, tapi jumlahnya naik menjadi tujuh hingga 11 persen dengan orang dengan penyakit usus besar.
2. Kelelahan atau insomnia
Terlalu lelah ketika beraktivitas membuat tidur nyenyak di malam hari, tapi ketika kamu sulit tidur dimalam hari, bisa jadi tanda usus kamu kotor.
Penelitian dalam Journal Microbiome menemukan, orang dengan sindrom kelelahan kronis akibat ketidakseimbangan mikroba usus yang terdiri dari bakteri, mikroorganisme, jamur dan virus di saluran pencernaan.
Jika usus tidak dapat menyerap cukup nutrisi yang tepat, dapat menyebabkan malabsorbsi dan berdampak negatif pada tingkat energi hingga menyebabkan kelelahan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
