
Ilustrasi seseorang sedang mengalami kewalahan atau stres. (Onlymyhealth/Ritika Sakhuja)
JawaPos.com - Seperti yang telah diketahui secara umum, yang namanya manusia tidak akan terlepas dari kesalahan termasuk di dalamnya adalah perilaku buruk.
Perilaku buruk satu akan mengarah ke perilaku buruk berikutnya.
Namun, sudah menjadi tugas seseorang juga bahwa meminimalisir perilaku buruk dengan memperbanyak kebaikan dalam hidup dan menambah stimulasi moral.
Dilansir dari Antara, stimulasi moral yang kurang menjadi faktor kunci terhadap berperilaku buruk. Demikian adalah pendapat dari Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, selaku guru besar tetap Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Indonesia.
"Saat ini banyak orang mengatakan bahwa Indonesia mengalami krisis moral. Dari beberapa kejadian yang terjadi belakangan ini menunjukkan perilaku buruk yang dilakukan oleh anak-anak remaja, dewasa, maupun lansia", ucap Rose.
Guru besar Ilmu Psikologi tersebut memberikan contoh bahwa baru-baru ini terdapat kasus pencolokkan mata seorang anak menggunakan tusuk cilok oleh temannya hingga buta sebagai bentuk perundungan.
Ia pula menambahkan, terdapat kasus seorang remaja yang menganiaya temannya hingga otaknya cedera.
Selain itu terdapat orang dewasa yang mengalami KDRT hingga oknum koruptor negara.
Prof. Rose Salim menyampaikan, kasus-kasus yang telah terjadi tersebut merupakan bentuk daripada kurangnya stimulasi moral dalam hidup.
Artinya, manusia yang kurang mampu dalam membedakan yang baik dan yang buruk menjadi faktor utama munculnya kasus-kasus tersebut.
Apabila faktor utama tersebut diremehkan, maka berperilaku buruk bagi sebagian orang adalah hal yang biasa.
"Manusia lahir tidak ada yang amoral, namun setiap manusia memiliki moral dengan porsi yang berbeda-beda, sehingga dapat disimpulkan bahwa penyebab utama dari munculnya perilaku buruk adalah kurangnya stimulasi moral pada seseorang", ucapnya.
Ia menjelaskan kembali, moral berpatokan pada perilaku baik dan buruk oleh seorang manusia.
Sebagai manusia, sudah seharusnya mereka berperilaku berdasarkan prinsip-prinsip yang ada.
Moral harus distimulasi sejak usia muda, hal ini agar mereka sanggup memilah hal-hal yang positif dan negatif yang demikian akan menjadi bekal di masa depannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
