Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 05.37 WIB

Bahaya Memercayai Parafimosis Sebagai Fenomena 'Disunat Jin'

Ilustrasi sunat. Eric Ireng/Antara - Image

Ilustrasi sunat. Eric Ireng/Antara

JawaPos.com - Mitos 'disunat jin' untuk menjelaskan fenomena bentuk penis anak yang seolah sudah disunat padahal belum menjadi berbahaya karena beberapa faktor. Spesialis Bedah Urologi RSUD Dr Soegiri Lamongan dr. Budi Hemawan mengatakan, mitos disunat jin sebetulnya sudah dijelaskan secara medis dengan kelainan yang disebut parafimosis.

Kelainan parafimosis ini sendiri merupakan kelainan yang termasuk dalam kategori kegawatdaruratan. Sehingga, jika seorang anak mengalami ini, mesti segera mendapatkan perawatan agar dapat kembali seperti semula.
 
Dalam kasus-kasus parafimosis ini, dr. Budi mengatakan bahwa biasanya sang anak tak mau mengakui dirinya melakukan sesuatu terhadap penis sehingga katupnya terangkat yang membuat bentuknya seolah sudah disunat. Hal ini menjadi lebih buruk jika orang tuanya justru memahami fenomena itu sebagai 'disunat jin' dan mewajarkannya.
 
 
"Seringkali anaknya takut gak mau bilang, kemudian disalahartikan orang tuanya, itu yang membahayakan," kata dr. Budi kepada wartawan, Senin (25/9).
 
Pasalnya, ia mengatakan bahwa jika parafimosis ini dibiarkan pada anak, kelainan itu akan bertambah parah dengan penis si anak yang akan mengalami bengkak. 
 
"Ini harus dilakukan tindakan segera, yaitu segera disunat karena dia terjerat," ucap dr. Budi.
 
Hal itulah yang membuat pemahaman "disunat jin" menjadi berbahaya. Padahal, "disunat jin" atau parafimosis ini mesti segera dilakukan tindakan agar dapat kembali seperti semula. 
 
 
"Kecuali masih awal, keluarganya tau dan keluarganya berani (memeriksakan anak yang parafimosis), mungkin bisa langsung dikembalikan kalau anaknya jujur soal akibatnya," tandas dr. Budi.
 
Untuk diketahui, parafimosis adalah kelainan yang terjadi akibat manipulasi dari kulup penis. Bagi tiap laki-laki yang belum disunat, kulup penis pasti ada sebagai bagian kulit yang menutupi ujung penis.
 
Hal Itu kemudian terekstraksi karena ditarik ke arah atas dan tidak dapat dikembalikan seperti semula. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore