
Ilustrasi
JawaPos.com - Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Salah satunya, dunia keperawatan menjadi ujung tombak kesehatan suatu negara. Peran perawat di era global harus lebih kreatif dan inovatif.
Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), perawat harus lebih berkembang dalam hal keahlian (skill) hingga persoalan bahasa. Bahasa Inggris menjadi jembatan untuk memasuki era global saat ini. Bebasnya perdagangan global membuat pasien asing bisa saja menjadi sasaran para perawat Indonesia.
"Kami melihat ini sebagai tantangan. Keperawatan di masa MEA lebih berbeda. Bisa jadi perawat kita yang dikirim ke luar negeri, atau pasien asing dengan latar belakang budaya yang berbeda harus dihadapi perawat disini," kata Ketua Panitia International Nursing Student Symposium and Festival (INSympoFest) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Chiyar Edison, Jumat (11/11).
Apalagi saat ini rumah sakit internasional semakin berkembang. Tantangan ini mendorong perawat lebih unggul di negeri sendiri. Masalah bahasa juga sudah tidak boleh lagi menjadi kendala.
"Kami persiapkan diri agar perawat-perawat lebih peka dengan perbedaan budaya. Kalau sekarang yang kita miliki basicnya bagus knowledge dan skill serta bahasa. Namun masalah budaya juga jadi tantangan. Masih harus berjuang," ungkapnya.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggagas International Nursing Student Symposium and Festival (INSympoFest) yang akan berlangsung selama tiga hari yaitu 11 – 13 November 2016. Mengusung tema “Intertwining Nursing and Culture,”. Acara ini akan berisi plenary talk, presentasi mahasiswa mengenai riset dan inovasi, poster, video dan pameran foto, pertunjukan budaya, dan pagelaran budaya.
Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menyediakan sarana bagi mahasiswa keperawatan di ASEAN untuk dapat saling memahami perbedaan antar budaya di dalam kegiatan nursing. Hal ini sebagai tindak lanjut Penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) dimana perawat harus mampu menyesuaikan diri dengan budaya sesuai negara asal klien. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
