
Ajarkan sikecil dengan mengenal makanan sehat seperti buah dan sayur.
JawaPos.com - Hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 memang terus dikedepankan masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang guna memperkuat tubuh. Tak terkecuali pada pada anak.
Namun sayangnya, tak semua anak paham akan pentingnya gizi seimbang. Untuk itu perlu mengenalkan dan menumbuhkan literasi gizi untuk anak, yang dilakukan orang tua bahkan guru.
Lantas, kenapa sangat penting menerapkan literasi gizi pada anak?
Seperti diungkapkan Pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar FKM UI Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH, pentingnya sikap dan semangat untuk mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi. Terlebih di tengah krisis kesehatan, yang tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia.
Sebab, jika dikenalkan sejak dini, maka bisa membantu mengubah pola hidup lebih sehat hingga dewasa kelak. Sehingga, mereka sudah terbiasa dan memiliki pengetahuan akan gizi yang baik. Tentunya bisa membuat hidup lebih aktif dan sehat.
"Literasi gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa tapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, yang membantu meningkatkan perubahan perilaku terhadap kesadaran gizi dan pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif, baik di sekolah maupun di rumah," ujarnya dalam webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru' yang diadakan Frisian Flag beberapa waktu lalu.
Sebenarnya, menumbuhkan literasi gizi bisa berawal dengan memperkenalkan ‘Isi Piringku’. Biasanya hal ini diajarkan di sekolah mencakup pemahaman dasar tentang gizi seimbang.
Bagaimana dalam satu piring harus ada lauk-pauk, sayuran, hingga buah. Termasuk pentingnya konsumsi minimal segelas susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi perkembangan otak dan fisik yang optimal bagi anak-anak usia prasekolah dan sekolah.
Perlu diketahui, sejak diluncurkan pada 2013, Gernus terus memaksimalkan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam hal literasi gizi kepada siswa-siswa sekolah dasar. Gernus mengutamakan kegiatan-kegiatannya untuk mendukung Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang digagas Kemendikbud RI.
Bersama Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKGK FKMUI), Gernus mengukur dampak positif bagi perilaku sehat dan aktif anak melalui studi PSP (Pengetahuan-Sikap-Perilaku). Hasilnya, sejak 2015 hingga 2018, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan gizi dan perilaku sehat aktif yang lebih baik.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=LSXMZ8tVkr4

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
