
Photo
JawaPos.com - Khitan atau sunat tak hanya terkait kewajiban dalam agama Islam saja, tapi juga bisa bermanfaat bagi kesehatan. Dalam kehidupan bermasyarakat, tak dipungkiri masih banyak ditemui sunat konvensional di tengah majunya kecanggihan inovasi medis.
Tujuan dari sunat adalah membuang mukosa untuk mencegah risiko berbagai penyakit. Mukosa adalah lapisan paling dalam dari kulup yang melindungi penis. Budaya masyarakat di pedesaan masih melakukan tindakan turun menurun untuk melakukan khitan pada anak. Sebagian juga masih menggunakan dukun sunat tanpa latar belakang pendidikan medis dengan bermodalkan pisau dan jahitan.
"Zaman sekarang kan zaman now. Dari sisi medis pengobatan makin berkembang. Di daerah pedalaman akses informasi masih terbatas. Dukun juga masih banyak, terbayang kan kalau tindakan operasi kecil dilakukan oleh seseorang yang tak punya keahlian medis. Itu sebabnya sunat konvensional rentan terjadinya komplikasi," kata praktisi sunat dari Rumah Sunat dr. Mahdian, dr. Encep Wahyudan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/11).
Secara medis khitan mampu menjaga higienitas kelamin, mengurangi risiko penularan infesi menuar seksual, hingga mencegah terjadinya kanker penis pada berbagai penelitian. Data epidemiologi menunjukan setidaknya ada sekitar 1.000.000 anak Indonesia setiap tahun melakukan tindakan sirkumsisi. Baik karena alasan, agama, ritual adat tertentu hingga karena alasan kesehatan.
"Sayangnya tak sedikit pula masyarakat yang tidak mampu mengakses tindakan sirkumsisi ini, baik karena alasan biaya, hingga alasan keterbatasan tenaga medis yang dapat melakukan tindakan sirkumsisi terutama di daerah-daerah terpencil," jelas Encep.
Kini, sudah ditemukan metode khitan modern dengan teknik klem. Metode klem, yang terbuat dari polycarbonate, dianggap lebih efisien membuat luka pasca khitan lebih cepat kering dan tidak nyeri lagi.
"Mahdian klem dengan metode sunat modern demi keamanan dan kenyamanan pasien, anak maupun dewasa. Karena dalam menghadapi pasien anak saat disunat itu membujuknya sangat sulit ya, dan pasti ketakutan atau menangis," jelas Encep.
Sunat modern dengan klem Iebih praktis, karena proses sunat yang Iebih mudah dan cepat. Perdarahan juga jauh lebih minimal, tanpa jahitan, proses penyembuhan luka Iebih cepat, serta lebih higienis dan aman.
"Setelah khitan nggak usah nunggu kering seminggu kan misalnya. Anak sudah lebih cepat kering lukanya. Sangat mudah dan cepat, minimal pendarahan, proses penyembuhan luka lebih cepat, higienis dan aman," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
