Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Oktober 2015 | 10.14 WIB

Mengenal Penyakit Saraf Tepi dengan Gejala Wajah jadi Pencong

Ilustrasi saraf tepi. (Istimewa) - Image

Ilustrasi saraf tepi. (Istimewa)

JawaPos.com - Akupuntur menjadi salah satu metode pengobatan dan terapi untuk berbagai penyakit. Salah satunya adalah Bell’s palsy atau penyakit saraf tepi (peripheral).



Bell’s palsy adalah penyakit yang mengakibatkan kelemahan pada separo wajah. Biasanya , itu disebabkan gangguan pada saraf nomor tujuh atau saraf fasialis.



Gejalanya seperti wajah menjadi pencong, tidak dapat menutup kelopak mata, pipi menjadi kendur, bibir tidak dapat menutup rapat, hingga sering keluar air mata.



Gejala lainnya, keluar cairan dari mulut saat gosok gigi serta terasa pegal atau ngilu pada daerah wajah dan leher belakang. Pada beberapa kasus, pasien mengalami gangguan telinga (berdenging) dan gangguan pengecapan saat makan.



Dokter Yudhi Perdana, ahli akupuntur Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan, menjelaskan bahwa ada dua macam kelumpuhan pada wajah. Yaitu, kelumpuhan pada saraf pusat atau central  dan pada saraf tepi atau peripheral.



Gangguan kelumpuhan wajah pada saraf pusat biasanya disebabkan gangguan pada otak atau batang otak. Gejala lainnya adalah kelumpuhan pada saraf motorik, seperti tangan dan kaki. Terjadi juga gangguan bicara dan menelan, tetapi penderita masih bisa mengerutkan dahi dan mata masih bisa menutup.



“Gangguan saraf pusat biasanya disebabkan oleh penyakit stroke, sedangkan Bell’s palsy adalah gangguan pada saraf tepi,” kata Yudhi seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).



Pada gangguan saraf tepi atau peripheral, penderita tidak bisa mengerutkan dahi dan matanya tidak dapat menutup. Meski demikian, tidak terjadi kelumpuhan pada anggota gerak. Itulah yang biasanya disebut Bell’s palsy.



Penyebab jelasnya belum diketahui. Penyakit tersebut diduga disebabkan infeksi virus serta peradangan pada saraf fasialis. Ada juga yang menyatakan bahwa itu terjadi karena ganguan pada telinga hingga infeksi herpes.



“Yang jelas kelumpuhan peripheral menjadi penyebab besar kelumpuhan saraf wajah,” tuturnya. (ono/awa/jpg)



Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore