Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 April 2017 | 01.26 WIB

Yuk, Kenali Masalah Anak dengan Berat Badan Rendah 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com - Anak dengan berat badan rendah proses tumbuh kembangnya berpotensi terganggu. Tiga hal yang akan berdampak saat dewasa jika berat badan kurang saat kecil adalah gangguan fisik, otak, dan metabolik tubuh. 


Temuan kasus berat badan kurang, sangat individual dan berbeda-beda. Hal ini disebabkan adanya beragam faktor yang memengaruhi anak sejak masa sebelum kelahiran hingga pasca-kelahiran. 


"Secara langsung, berat badan kurang dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi, aktivitas fisik, gangguan metabolik atau penyakit tertentu, serta pengaruh genetik atau keturunan, hingga faktor tidak langsung seperti lingkungan dan sosio-ekonomi," papar Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik dr. Yoga Devaera Sp.A(K) dalam bincang bersama Nutricia Sari Husada, Rabu (26/4).


Di antara beragam faktor tersebut, Yoga menunjukkan pola makan seperti menu yang tidak variatif, frekuensi makan, serta gaya memberi makan menjadi faktor pemicu dominan. Gizi yang tidak seimbang juga menyebabkan masalah berat badan kurang pada anak.


"Intervensi gizi yang tepat untuk si kecil yang mengalami masalah berat badan kurang adalah dengan menambah asupan kalorinya," tegasnya.


Para ibu dapat memberikan makanan atau minuman tambahan dari sumber protein hewani dan minyak sayur, seperti telur, keju, daging, dan susu. 


Yoga juga mengajak para ibu untuk aktif berkunjung ke pusat pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, klinik khusus ibu dan anak, hingga rumah sakit agar dapat memanfaatkan layanan pengukuran berat maupun tinggi badan anak.


Dalam kesempatan kunjungan ke pusat layanan kesehatan, ibu dianjurkan untuk membawa buku KIA yang sama semenjak masa kehamilan anak. Ibu juga bisa mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan tentang tumbuh kembang dan nutrisi yang dibutuhkan anak 


"Data Penilaian Status Gizi di tahun 2015 menunjukkan angka 18,8% yang terdiri dari 3,9% gizi buruk dan 14,9% gizi kurang. Sehingga ibu memiliki peran penting untuk memantau pertumbuhan anak secara teratur dan menyediakan asupan nutrisi seimbang agar anak terhindar dari masalah berat badan kurang," pungkasnya.(cr1/JPG)

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore