Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 04.25 WIB

Penderita Ginjal Wajib Batasi 4 Kandungan Asupan Ini

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Pola makan penderita penyakit ginjal harus diatur. Bukan hanya makan, tetapi minum juga tak boleh sembarangan. Bahkan setiap porsi harus diatur oleh ahli gizi. Boleh saja mengonsumsi sejumlah makanan dan minuman, asalkan dibatasi. 


Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Yulia menjelaskan ada beberapa kandungan atau jenis zat yang harus dibatasi bagi penderita ginjal dengan membatasi porsi makan.


“Minum misalnya dianjurkan air putih saja, jangan yang berwarna. Semua harus diatur sesuai saran ahli gizi. Karena penyakit ginjal pemberian makanan atau minumannya harus lebih detail daripada penyakit diabetes. Kalau diabetes kan hanya kontrol gula darahnya saja,” kata Edukator Diabetes ini, Senin (20/2).


Berikut adalah  4 kandungan yang wajib diperhatikan penderita ginjal: 


Hindari Elektrolit


Minuman sebaiknya air putih saja, jangan yang berwarna dan jangan minuman mengandung zat lain seperti elektrolit.


Batasi Kalium


Semua pemberian buah harus diatur, karena ada buah yang mengandung elektrolit atau kalium. Misalnya pisang yang mengandung kalium. Kalium pada orang sehat sangat baik karena berfungsi memompa jantung dan memperkuat otot. Buah pisang pada penderita ginjal boleh diberikan tetapi dibatasi hanya separuh atau seperempat. Lalu begitu pula pada buah jeruk.


Protein Nabati


Pengaturan protein pada pasien gagal ginjal harus diperhatikan. Protein merupakan zat pembangun yang baik. Namun saat menderita ginjal, penderita wajib diet rendah protein dan rendah garam. 


Protein hewani justru lebih baik ketinbang protein nabati. Pasalnya protein nabati seperti tempe dan kacang-kacangan membuat sisa sampah atau limbah dari hasil pengolahan jauh lebih banyak daripada protein hewani.


“Jadi dihitung proteinnya berapa banyak dia boleh makan, protein di dalam badan itu diolah, dan sampahnya itu adalah urea. Urea nanti akan diolah jadi amonia dan ini harus dikeluarkan ginjal. Kalau tidak, maka amonia menjadi zat paling gampang masuk ke otak. Penderita ginjal dianjurkan mengonsumsi protein hewani,” jelas Yulia.


Karbohidrat


Pada penderita ginjal, untuk karbohidrat tidak terlalu dibatasi jumlahnya. Hanya saja jika sudah komplikasi dengan diabetes, maka harus diperhatikan sesuai arahan dokter. (cr1/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore