Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Maret 2017 | 23.08 WIB

Inilah Dampak bagi Anak-Anak yang Ditinggal Ayah Bunuh Diri

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Baru-baru ini media sosial Facebook dihebohkan dengan video live bunuh diri. Dia adalah Pahinggar Indrawan. Warga Jagakarsa ini mengakhiri hidupnya karena putus asa ditinggal istri setelah 17 tahun menikah. Indra juga meninggalkan lima orang anak yang masih duduk di bangku sekolah.


Psikolog Universitas Indonesia (UI) Nisfie M Hoesien menilai, mental anak-anak Indra pasti terguncang apalagi peristiwa itu terekam di sebuah media sosial. Saat ini, kata Nisfie, anak-anak Indra pasti akan menjadi buah bibir banyak orang termasuk teman-temannya di sekolah.


“Anaknya pasti sudah ada yang masuk usia remaja dan juga masih usia anak. Pasti lebih paham dan terguncang. Ini di internet bisa kapan saja diakses. Kalaupun sekarang yang kecil enggak paham apa-apa, tapi someday akan syok. Lain halnya saat tak ada internet, tak ada rekamannya. Anytime bisa akses,” tegas Nisfie kepada JawaPos.com, Minggu (19/3).


Suatu saat, kata dia, anak-anak Indra yang masih kecil saat ini bisa kembali melihat video tindakan nekat ayahnya. Anak-anak Indra menganggap ayahnya tidak memberikan contoh teladan yang baik. Hal ini akan membuat anak-anak Indra menjadi trauma.


“Disebarkan bisa lihat lagi suatu hari. Dampaknya jelas, bukan hanya rasa malu, merasa terpukul, mengurung diri, menarik diri, dan jadi buah bibir itu sudah pasti. Tetapi lebih ke arah, orang tua ini berikan teladan pada anaknya. Seolah-olah Indra memberikan contoh, kalau ada masalah lebih baik mengakhiri hidup,” terangnya.


Nisfie menegaskan hal ini akan menjadi bahaya laten yaitu bahaya yang bisa terjadi di masa yang akan datang. Artinya, kata dia, figur teladannya selama ini justru mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Perilaku ibunya yang meninggalkan Indra dan anak-anaknya juga akan menjadi label jelek bagi anak-anak Indra.


“Belum lagi peristiwa yang mengawalinya, ribut-ribut suami istri. Seharusnya end resultnya misalnya lebih bermaafan, jelaskan tadi itu hanya berselisih pendapat agar anak memahami. Namun justru perilaku ibunya yang meninggalkan suaminya mungkin karena kebutuhan ekonomi, membuat anak merasa tak dicintai,” ungkap Nisfie. (cr1/JPG) 

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore