
Ilustrasi
JawaPos.com – Baru-baru ini media sosial Facebook dihebohkan dengan video live bunuh diri. Dia adalah Pahinggar Indrawan. Warga Jagakarsa ini mengakhiri hidupnya karena putus asa ditinggal istri setelah 17 tahun menikah. Indra juga meninggalkan lima orang anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Psikolog Universitas Indonesia (UI) Nisfie M Hoesien menilai, mental anak-anak Indra pasti terguncang apalagi peristiwa itu terekam di sebuah media sosial. Saat ini, kata Nisfie, anak-anak Indra pasti akan menjadi buah bibir banyak orang termasuk teman-temannya di sekolah.
“Anaknya pasti sudah ada yang masuk usia remaja dan juga masih usia anak. Pasti lebih paham dan terguncang. Ini di internet bisa kapan saja diakses. Kalaupun sekarang yang kecil enggak paham apa-apa, tapi someday akan syok. Lain halnya saat tak ada internet, tak ada rekamannya. Anytime bisa akses,” tegas Nisfie kepada JawaPos.com, Minggu (19/3).
Suatu saat, kata dia, anak-anak Indra yang masih kecil saat ini bisa kembali melihat video tindakan nekat ayahnya. Anak-anak Indra menganggap ayahnya tidak memberikan contoh teladan yang baik. Hal ini akan membuat anak-anak Indra menjadi trauma.
“Disebarkan bisa lihat lagi suatu hari. Dampaknya jelas, bukan hanya rasa malu, merasa terpukul, mengurung diri, menarik diri, dan jadi buah bibir itu sudah pasti. Tetapi lebih ke arah, orang tua ini berikan teladan pada anaknya. Seolah-olah Indra memberikan contoh, kalau ada masalah lebih baik mengakhiri hidup,” terangnya.
Nisfie menegaskan hal ini akan menjadi bahaya laten yaitu bahaya yang bisa terjadi di masa yang akan datang. Artinya, kata dia, figur teladannya selama ini justru mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Perilaku ibunya yang meninggalkan Indra dan anak-anaknya juga akan menjadi label jelek bagi anak-anak Indra.
“Belum lagi peristiwa yang mengawalinya, ribut-ribut suami istri. Seharusnya end resultnya misalnya lebih bermaafan, jelaskan tadi itu hanya berselisih pendapat agar anak memahami. Namun justru perilaku ibunya yang meninggalkan suaminya mungkin karena kebutuhan ekonomi, membuat anak merasa tak dicintai,” ungkap Nisfie. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
