Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21.15 WIB

Ingin Mempertahankan dan Meningkatkan Empati yang Tinggi? Lakukan 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki empati yang tinggi./Magnific/magnific - Image

seseorang yang memiliki empati yang tinggi./Magnific/magnific

JawaPos.com - Empati merupakan salah satu kemampuan penting dalam kehidupan sosial. Dengan empati, seseorang mampu memahami perasaan, sudut pandang, serta pengalaman orang lain tanpa terburu-buru menghakimi. Orang yang memiliki empati tinggi biasanya lebih mudah membangun hubungan yang sehat karena mereka mampu mendengarkan, memahami kebutuhan emosional orang lain, dan memberikan respons yang lebih tepat.

Namun, empati bukan sekadar sifat bawaan yang dimiliki seseorang sejak lahir. Dalam psikologi, empati juga dipandang sebagai kemampuan yang dapat berkembang melalui pengalaman, interaksi sosial, refleksi diri, dan kebiasaan sehari-hari. Artinya, seseorang yang sudah memiliki empati tinggi tetap perlu merawat kemampuan tersebut agar tidak menurun atau berubah menjadi sekadar kebiasaan untuk menyenangkan orang lain.

Menariknya, memiliki empati yang tinggi bukan berarti harus selalu ikut merasakan semua masalah orang lain. Empati yang sehat justru membutuhkan keseimbangan. Seseorang perlu mampu memahami perasaan orang lain tanpa kehilangan batasan dirinya sendiri.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (22/8), jika Anda ingin mempertahankan sekaligus meningkatkan empati, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu.

1. Biasakan Mendengarkan Tanpa Terburu-buru Memberikan Nasihat

Salah satu kebiasaan paling penting untuk menjaga empati adalah belajar menjadi pendengar yang baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika seseorang bercerita tentang masalahnya, kita sering merasa terdorong untuk langsung memberikan solusi. Bahkan sebelum orang tersebut selesai berbicara, kita mungkin sudah memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan olehnya.

Padahal, tidak semua orang yang bercerita sedang mencari solusi.

Terkadang seseorang hanya ingin didengarkan dan merasa bahwa emosinya dipahami.

Misalnya, seorang teman mengatakan, "Aku benar-benar capek dengan pekerjaan akhir-akhir ini."

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore