Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 08.41 WIB

8 Alasan Mengapa Orang yang Benar-Benar Berbakat Lebih Banyak Diam Saat di Dalam Kelas Menurut Psikologi

seseorang yang lebih banyak diam saat di kelas./Magnific/sambathdara95 - Image

seseorang yang lebih banyak diam saat di kelas./Magnific/sambathdara95

JawaPos.com - Di dalam sebuah kelas, sering kali perhatian lebih tertuju kepada siswa yang aktif bertanya, sering mengemukakan pendapat, atau tampil percaya diri saat berdiskusi.

Sementara itu, ada sebagian siswa yang cenderung diam, jarang berbicara, bahkan tampak pasif. Tidak sedikit orang yang kemudian menganggap mereka kurang memahami materi, tidak memiliki kemampuan, atau tidak percaya diri.

Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi, perilaku diam tidak selalu mencerminkan rendahnya kemampuan. Dalam banyak kasus, individu yang memiliki kemampuan intelektual tinggi justru lebih banyak mengamati, berpikir, dan menganalisis sebelum berbicara. Mereka memilih kualitas daripada kuantitas dalam menyampaikan pendapat.

Tentu saja, penting dipahami bahwa tidak semua orang yang pendiam adalah individu berbakat, dan tidak semua orang berbakat bersikap pendiam.

Kepribadian, lingkungan, budaya, hingga pengalaman hidup turut memengaruhi cara seseorang berpartisipasi di kelas. Namun, ada sejumlah alasan psikologis yang menjelaskan mengapa sebagian orang dengan kemampuan tinggi terlihat lebih tenang dibanding teman-temannya.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (20/7), terdapat delapan alasan yang sering dijelaskan dalam psikologi.

1. Mereka Lebih Banyak Memproses Informasi Secara Mendalam

Psikologi kognitif menjelaskan bahwa setiap orang memiliki gaya pemrosesan informasi yang berbeda. Individu dengan kemampuan analitis tinggi sering kali tidak langsung memberikan respons setelah mendengar penjelasan guru.

Mereka memilih untuk memproses informasi secara mendalam, menghubungkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki, kemudian mengevaluasi apakah informasi tersebut benar-benar masuk akal.

Proses berpikir seperti ini membutuhkan waktu. Akibatnya, ketika teman-temannya sudah mengangkat tangan untuk menjawab, mereka masih berada dalam tahap analisis.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore