Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 01.10 WIB

6 Cara Mudah yang Diam-Diam Ternyata Mendatangkan Ketenangan Setelah Hubungan Berakhir Menurut Psikologi

seseorang yang menemukan ketenangan setelah mengakhiri hubungan / foto: Magnific/user21155762

 

JawaPos.com - Mengakhiri sebuah hubungan bukanlah perkara yang mudah. Baik hubungan yang berakhir karena perpisahan, perceraian, maupun keputusan bersama, setiap orang pasti akan merasakan berbagai emosi yang bercampur aduk. Rasa sedih, kecewa, marah, kehilangan, bahkan penyesalan sering kali muncul secara bergantian.
 
Namun, psikologi menjelaskan bahwa proses penyembuhan tidak selalu datang dari langkah-langkah besar. Justru, beberapa kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele ternyata mampu membantu seseorang mendapatkan kembali ketenangan batin secara perlahan. Menariknya, banyak orang tidak menyadari bahwa aktivitas kecil ini bekerja secara efektif dalam membantu otak dan emosi beradaptasi dengan perubahan.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (19/7), terdapat enam cara mudah yang diam-diam ternyata dapat mendatangkan ketenangan setelah hubungan berakhir menurut psikologi.

1. Mengizinkan Diri Merasakan Semua Emosi Tanpa Menghakimi

Banyak orang berusaha terlihat kuat setelah putus cinta. Mereka menahan tangis, memendam rasa kecewa, atau memaksa diri segera move on. Padahal, menurut psikologi, menekan emosi justru dapat memperpanjang proses penyembuhan.

Emosi yang tidak diproses akan tetap tersimpan di dalam pikiran dan berpotensi muncul kembali dalam bentuk stres, kecemasan, bahkan gangguan tidur. Sebaliknya, menerima bahwa perasaan sedih adalah bagian alami dari kehilangan membantu otak memproses pengalaman tersebut dengan lebih sehat.

Tidak apa-apa jika suatu hari Anda merasa baik-baik saja, lalu keesokan harinya kembali sedih. Penyembuhan memang tidak berjalan lurus. Ada kalanya seseorang maju beberapa langkah, lalu mundur sejenak sebelum akhirnya benar-benar pulih.

Memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menangis, menulis perasaan, atau sekadar mengakui bahwa hati sedang terluka merupakan bentuk penerimaan yang sangat penting.

2. Mengurangi Kebiasaan Memantau Kehidupan Mantan

Di era media sosial, godaan terbesar setelah putus adalah terus melihat aktivitas mantan. Mulai dari mengecek unggahan terbaru, melihat siapa yang memberi komentar, hingga mencari tahu apakah ia sudah memiliki pasangan baru.

Secara psikologis, kebiasaan ini membuat otak terus mempertahankan keterikatan emosional. Setiap kali melihat informasi baru tentang mantan, otak kembali mengingat hubungan yang telah berakhir sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lambat.

Memberikan jarak, baik dengan membatasi akses media sosial maupun menghentikan kebiasaan mencari kabar, bukan berarti membenci mantan. Justru, langkah ini menjadi bentuk perlindungan terhadap kesehatan mental agar pikiran memiliki kesempatan membangun kehidupan yang baru.

Seiring waktu, rasa penasaran akan berkurang dan hati menjadi lebih tenang.

3. Menjalani Rutinitas Kecil yang Konsisten

Setelah hubungan berakhir, banyak orang merasa hidup menjadi kosong. Rutinitas yang dulu dilakukan bersama pasangan tiba-tiba menghilang sehingga muncul perasaan kehilangan arah.

Psikologi menunjukkan bahwa rutinitas sederhana mampu memberikan rasa aman bagi otak. Aktivitas seperti bangun pagi pada jam yang sama, berjalan kaki selama 20 menit, membaca buku sebelum tidur, atau membuat sarapan sendiri membantu menciptakan stabilitas emosional.

Rutinitas tidak harus rumit. Yang terpenting adalah konsisten dilakukan setiap hari.

Ketika seseorang memiliki pola hidup yang teratur, otak mulai mengalihkan fokus dari kehilangan menuju aktivitas yang memberikan rasa kontrol terhadap kehidupan. Perlahan, ketenangan pun mulai tumbuh tanpa disadari.

4. Menulis Pikiran dan Perasaan di Jurnal

Salah satu teknik yang sering direkomendasikan psikolog adalah expressive writing atau menulis secara bebas mengenai apa yang sedang dirasakan.

Menulis bukan sekadar mencurahkan isi hati. Aktivitas ini membantu otak mengorganisasi pengalaman yang sebelumnya terasa kacau menjadi cerita yang lebih mudah dipahami.

Tidak perlu menggunakan bahasa yang indah. Tuliskan saja apa yang ada di pikiran, mulai dari rasa marah, kecewa, harapan, hingga pelajaran yang diperoleh dari hubungan tersebut.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis secara rutin dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kemampuan mengelola emosi, dan membuat seseorang lebih mudah menerima kenyataan.

Sering kali, setelah selesai menulis, beban yang sebelumnya terasa berat menjadi sedikit lebih ringan.

5. Menghabiskan Waktu Bersama Orang-Orang yang Membawa Energi Positif

Saat patah hati, sebagian orang memilih mengurung diri dan menjauh dari lingkungan sekitar. Sesekali menyendiri memang tidak masalah, tetapi terlalu lama mengisolasi diri justru dapat meningkatkan rasa kesepian.

Psikologi menegaskan bahwa dukungan sosial memiliki peran besar dalam proses pemulihan emosional.

Mengobrol dengan sahabat, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar menikmati secangkir kopi dengan orang yang dipercaya mampu membantu menurunkan tingkat stres. Kehadiran orang lain memberikan rasa bahwa kita tidak menghadapi semuanya sendirian.

Yang terpenting bukanlah jumlah teman yang dimiliki, melainkan kualitas hubungan yang memberikan rasa aman, diterima, dan didengarkan tanpa dihakimi.

6. Mengubah Fokus dari Kehilangan Menjadi Pertumbuhan Diri

Salah satu perubahan pola pikir yang paling berpengaruh menurut psikologi adalah berhenti bertanya, "Mengapa ini terjadi padaku?" lalu menggantinya dengan, "Apa yang bisa kupelajari dari pengalaman ini?"

Perubahan sudut pandang ini dikenal sebagai cognitive reframing, yaitu melihat pengalaman sulit sebagai kesempatan untuk berkembang.

Hubungan yang berakhir memang menyakitkan, tetapi bukan berarti seluruh masa depan ikut berakhir. Justru, banyak orang menemukan versi terbaik dirinya setelah melewati fase kehilangan.

Mungkin inilah saat yang tepat untuk mempelajari keterampilan baru, mengejar hobi yang sempat tertunda, meningkatkan karier, memperbaiki kesehatan, atau membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri.

Ketika perhatian mulai beralih pada pertumbuhan pribadi, luka perlahan berubah menjadi pengalaman yang memberikan kekuatan baru.

Mengapa Cara-Cara Sederhana Ini Efektif?

Otak manusia membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah kehilangan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Proses ini tidak hanya melibatkan emosi, tetapi juga perubahan pada kebiasaan, pola pikir, dan sistem penghargaan di dalam otak.

Langkah-langkah sederhana seperti menerima emosi, menjaga rutinitas, menulis jurnal, membatasi paparan terhadap mantan, mempererat hubungan sosial, dan fokus pada pengembangan diri membantu otak membangun jalur kebiasaan baru. Semakin sering dilakukan, semakin besar peluang seseorang merasakan ketenangan yang lebih stabil.

Penyembuhan bukan berarti melupakan semua kenangan. Penyembuhan adalah ketika kenangan itu tidak lagi mendominasi kehidupan sehari-hari.

Penutup

Berakhirnya sebuah hubungan memang meninggalkan luka, tetapi luka bukanlah akhir dari segalanya. Menurut psikologi, ketenangan sering kali hadir bukan melalui perubahan besar, melainkan lewat kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Mengizinkan diri merasakan emosi, berhenti memantau kehidupan mantan, membangun rutinitas sehat, menulis jurnal, memperkuat hubungan dengan orang-orang terdekat, serta fokus pada pertumbuhan diri adalah langkah-langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar dalam proses pemulihan.

Pada akhirnya, setiap perpisahan bukan hanya tentang kehilangan seseorang, tetapi juga kesempatan untuk kembali menemukan diri sendiri. Saat hati mulai pulih, Anda akan menyadari bahwa ketenangan sejati tidak datang dari kembalinya masa lalu, melainkan dari kemampuan menerima kenyataan dan melangkah menuju masa depan dengan lebih bijaksana.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore