Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 03.27 WIB

10 Perilaku Halus yang Mengungkap Niat Sebenarnya Seseorang dalam Hitungan Detik Menurut Psikologi

seseorang yang memperhatikan mimik wajah / foto: Magnific/mego-studio - Image

seseorang yang memperhatikan mimik wajah / foto: Magnific/mego-studio

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berinteraksi dengan berbagai macam orang. Ada yang terlihat ramah tetapi ternyata memiliki maksud tersembunyi, ada pula yang tampak dingin namun sebenarnya tulus. Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa niat dan perasaan seseorang sering kali bocor melalui perilaku-perilaku kecil yang terjadi secara spontan dan sulit dikendalikan sepenuhnya.

Meskipun tidak ada satu pun tanda yang dapat menjamin seseorang memiliki niat tertentu, kombinasi beberapa perilaku halus sering memberikan petunjuk yang cukup akurat mengenai apa yang sebenarnya mereka pikirkan atau rasakan.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat sepuluh perilaku halus yang menurut psikologi dapat membantu mengungkap niat seseorang hanya dalam hitungan detik.

1. Ekspresi Wajah yang Muncul Sesaat

Psikolog menyebutnya sebagai microexpression atau ekspresi mikro. Ekspresi ini muncul sangat cepat, biasanya kurang dari satu detik, sebelum seseorang sempat mengontrol wajahnya.

Misalnya, seseorang yang tersenyum ketika menerima kabar baik Anda, tetapi sesaat sebelumnya muncul ekspresi kecewa atau iri. Meskipun cepat, ekspresi mikro sering dianggap sebagai jendela menuju emosi yang sebenarnya.

Karena berlangsung sangat singkat, banyak orang tidak menyadarinya. Namun ketika diperhatikan dengan saksama, ekspresi ini dapat memberikan petunjuk apakah seseorang benar-benar senang, marah, takut, atau tidak setuju.

2. Arah Kaki Saat Berbicara

Kebanyakan orang fokus pada mata dan wajah ketika berinteraksi. Padahal, kaki sering kali lebih jujur daripada wajah.

Ketika seseorang tertarik dan ingin tetap berada dalam percakapan, kedua kakinya cenderung mengarah ke lawan bicara. Sebaliknya, jika kaki mengarah ke pintu atau ke arah lain, hal itu bisa menunjukkan keinginan untuk pergi atau ketidaktertarikan terhadap pembicaraan.

Psikologi bahasa tubuh menunjukkan bahwa bagian tubuh yang paling jauh dari kesadaran sering memberikan sinyal paling autentik mengenai niat seseorang.

3. Kontak Mata yang Tidak Konsisten

Banyak orang menganggap kontak mata sebagai tanda kejujuran. Namun kenyataannya lebih kompleks.

Seseorang yang terus-menerus menghindari kontak mata bisa jadi merasa tidak nyaman, gugup, atau menyembunyikan sesuatu. Di sisi lain, kontak mata yang terlalu intens dan tidak alami juga dapat menjadi upaya untuk terlihat meyakinkan atau mendominasi.

Yang paling penting adalah konsistensi. Kontak mata yang alami biasanya terasa santai dan seimbang, tidak terlalu sedikit maupun berlebihan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore