
seseorang yang menonton film yang sama berulang / foto: Magnific/tirachardz
JawaPos.com - Di era ketika ribuan film dan serial baru tersedia hanya dengan beberapa sentuhan di layar, ada satu kebiasaan yang mungkin tampak aneh bagi sebagian orang: menonton acara yang sama berulang kali. Entah itu serial favorit masa kecil, film yang sudah dihafal dialognya, atau sitkom yang telah ditonton puluhan kali, banyak orang justru merasa nyaman kembali pada cerita yang sudah mereka kenal.
Sekilas, kebiasaan ini mungkin dianggap sekadar preferensi biasa. Namun, menurut berbagai kajian psikologi, pilihan untuk terus mengulang tontonan tertentu sering kali berkaitan dengan kebutuhan emosional yang lebih dalam. Bukan berarti ada sesuatu yang salah, melainkan pikiran dan emosi kita mungkin sedang berusaha mengolah pengalaman atau perasaan tertentu dengan cara yang terasa aman.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (7/6), terdapat tujuh perasaan terpendam yang mungkin sedang diproses ketika seseorang lebih senang menonton acara yang sama berulang kali.
1. Kerinduan Akan Rasa Aman dan Kepastian
Hidup penuh dengan ketidakpastian. Tekanan pekerjaan, masalah hubungan, hingga perubahan yang tak terduga dapat membuat seseorang merasa kewalahan.
Ketika menonton acara yang sudah dikenal, otak tidak perlu menghadapi kejutan atau ketegangan baru. Kita tahu bagaimana ceritanya berakhir, siapa yang akan menang, dan momen lucu atau sedih yang akan muncul. Prediktabilitas ini menciptakan rasa nyaman dan aman.
Dalam psikologi, pengalaman yang dapat diprediksi membantu mengurangi kecemasan karena otak tidak harus terus-menerus berada dalam mode waspada. Tidak heran jika seseorang cenderung kembali ke serial favorit saat sedang mengalami masa yang penuh tekanan.
2. Perasaan Nostalgia yang Belum Tuntas
Terkadang, sebuah acara televisi atau film memiliki hubungan yang kuat dengan kenangan tertentu. Mungkin serial itu mengingatkan pada masa kecil yang bahagia, saat berkumpul bersama keluarga, atau masa ketika hidup terasa lebih sederhana.
Nostalgia bukan sekadar mengenang masa lalu. Psikolog menemukan bahwa nostalgia dapat membantu seseorang merasa lebih terhubung dengan identitas dirinya dan memberikan rasa makna dalam hidup.
Jika Anda terus kembali pada tontonan tertentu, mungkin ada kerinduan terhadap perasaan bahagia, aman, atau kedekatan yang pernah Anda rasakan pada masa tersebut.
3. Kebutuhan Akan Kenyamanan Emosional
Banyak orang menjadikan acara favorit sebagai "selimut emosional". Sama seperti secangkir teh hangat atau lagu kesukaan, tontonan yang familiar dapat memberikan ketenangan ketika suasana hati sedang buruk.
Ketika seseorang merasa sedih, kesepian, atau lelah secara mental, ia sering mencari sesuatu yang sudah diketahui dapat membuatnya merasa lebih baik. Menonton ulang serial favorit menjadi bentuk self-soothing atau cara menenangkan diri secara alami.
Ini bukan tanda kemalasan atau kurang kreatif. Sebaliknya, itu adalah cara otak mencari keseimbangan emosional.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
