Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 20.38 WIB

7 Hal yang Sering Orang Katakan. Tanpa Menyadari Betapa Merendahkannya Ucapan Tersebut Menurut Psikologi

seseorang yang tidak menyadari bahwa ucapannya merendahkan orang lain./Magnific/katemangostar - Image

seseorang yang tidak menyadari bahwa ucapannya merendahkan orang lain./Magnific/katemangostar

JawaPos.com - Banyak orang menganggap ucapan sehari-hari hanyalah bagian biasa dari interaksi sosial. Kalimat yang terlontar spontan sering dianggap tidak memiliki dampak besar, terutama jika diucapkan sambil bercanda atau tanpa niat buruk. Namun dalam psikologi komunikasi, kata-kata memiliki kekuatan yang jauh lebih dalam daripada yang sering disadari.

Seseorang mungkin tidak berniat merendahkan, tetapi cara berbicara tertentu bisa membuat lawan bicara merasa kecil, tidak dihargai, diremehkan, atau bahkan kehilangan rasa percaya diri.

Efeknya tidak selalu langsung terlihat. Ada orang yang tersenyum ketika mendengar komentar tertentu, tetapi diam-diam merasa terluka setelahnya.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia sangat sensitif terhadap penilaian sosial. Otak kita memproses komentar negatif hampir seperti ancaman emosional. Karena itulah ucapan sederhana yang tampaknya sepele dapat meninggalkan bekas yang cukup lama.

Menariknya, banyak kalimat merendahkan justru terdengar normal dalam budaya sehari-hari. Bahkan sebagian orang tumbuh dalam lingkungan yang menganggap komentar seperti itu sebagai bentuk perhatian, motivasi, atau candaan biasa.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (21/5), terdapat tujuh hal yang sering diucapkan orang tanpa menyadari bahwa kalimat tersebut sebenarnya bisa sangat merendahkan menurut perspektif psikologi.

1. “Kamu terlalu sensitif”

Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sering menjadi bentuk pengabaian emosional yang halus. Dalam psikologi, perilaku seperti ini berkaitan dengan emotional invalidation, yaitu ketika emosi seseorang dianggap tidak layak, berlebihan, atau tidak penting.

Saat seseorang mengungkapkan rasa kecewa, sedih, tersinggung, atau terluka, lalu mendapat respons “kamu terlalu sensitif,” pesan tersembunyi yang diterima adalah:

Perasaanmu tidak valid.
Reaksimu salah.
Kamu masalahnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore