
seseorang yang menjaga kedamaian batin / freepik
JawaPos.com - Di tengah dunia yang serba cepat, penuh tekanan, dan sering kali kacau, ada sebagian orang yang tampak tetap tenang. Mereka tidak mudah terpancing emosi, tidak reaktif terhadap drama, dan terlihat “adem” menjalani hidup. Bukan karena hidup mereka tanpa masalah, tetapi karena mereka tahu bagaimana menjaga kedamaian batin.
Dalam perspektif psikologi, kedamaian batin bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ia adalah hasil dari kebiasaan yang dibangun secara sadar dan konsisten. Orang-orang yang memiliki ketenangan ini biasanya mempraktikkan pola pikir dan perilaku tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (26/4), terdapat 8 kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh mereka yang sangat menjaga kedamaian batin:
1. Memilih dengan Sadar Apa yang Layak Dipikirkan
Orang yang damai secara batin tidak membiarkan pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang tidak penting. Mereka sadar bahwa tidak semua hal perlu dipikirkan secara mendalam.
Dalam psikologi kognitif, ini berkaitan dengan kemampuan cognitive filtering—menyaring informasi yang masuk ke pikiran. Mereka tidak membuang energi untuk hal-hal di luar kendali, seperti opini orang lain atau kejadian masa lalu yang tidak bisa diubah.
Alih-alih overthinking, mereka bertanya:
“Apakah ini benar-benar penting untuk hidupku?”
2. Tidak Reaktif terhadap Emosi Sesaat
Mereka tetap merasakan emosi—marah, sedih, kecewa—tetapi tidak langsung bereaksi. Ada jeda antara stimulus dan respons.
Konsep ini dikenal dalam psikologi sebagai emotional regulation. Orang yang damai mampu mengenali emosinya tanpa harus dikendalikan olehnya.
Mereka tidak langsung membalas pesan saat emosi memuncak, tidak langsung bereaksi saat dikritik, dan tidak membuat keputusan besar saat sedang tidak stabil.
3. Menerima Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan
Salah satu sumber stres terbesar adalah mencoba mengontrol hal-hal yang sebenarnya di luar kendali.
Orang dengan kedamaian batin tinggi memahami batas kontrol mereka. Mereka menerima kenyataan tanpa harus selalu menyukainya.
Ini sejalan dengan konsep radical acceptance dalam psikologi—menerima realitas apa adanya sebagai langkah awal untuk bergerak maju, bukan sebagai bentuk menyerah.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
