Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 20.26 WIB

Orang yang Sangat Menjaga Kedamaian Batin Biasanya Memiliki 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menjaga kedamaian batin / freepik - Image

seseorang yang menjaga kedamaian batin / freepik

JawaPos.com - Di tengah dunia yang serba cepat, penuh tekanan, dan sering kali kacau, ada sebagian orang yang tampak tetap tenang. Mereka tidak mudah terpancing emosi, tidak reaktif terhadap drama, dan terlihat “adem” menjalani hidup. Bukan karena hidup mereka tanpa masalah, tetapi karena mereka tahu bagaimana menjaga kedamaian batin.

Dalam perspektif psikologi, kedamaian batin bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ia adalah hasil dari kebiasaan yang dibangun secara sadar dan konsisten. Orang-orang yang memiliki ketenangan ini biasanya mempraktikkan pola pikir dan perilaku tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (26/4), terdapat 8 kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh mereka yang sangat menjaga kedamaian batin:

1. Memilih dengan Sadar Apa yang Layak Dipikirkan

Orang yang damai secara batin tidak membiarkan pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang tidak penting. Mereka sadar bahwa tidak semua hal perlu dipikirkan secara mendalam.

Dalam psikologi kognitif, ini berkaitan dengan kemampuan cognitive filtering—menyaring informasi yang masuk ke pikiran. Mereka tidak membuang energi untuk hal-hal di luar kendali, seperti opini orang lain atau kejadian masa lalu yang tidak bisa diubah.

Alih-alih overthinking, mereka bertanya:
“Apakah ini benar-benar penting untuk hidupku?”

2. Tidak Reaktif terhadap Emosi Sesaat

Mereka tetap merasakan emosi—marah, sedih, kecewa—tetapi tidak langsung bereaksi. Ada jeda antara stimulus dan respons.

Konsep ini dikenal dalam psikologi sebagai emotional regulation. Orang yang damai mampu mengenali emosinya tanpa harus dikendalikan olehnya.

Mereka tidak langsung membalas pesan saat emosi memuncak, tidak langsung bereaksi saat dikritik, dan tidak membuat keputusan besar saat sedang tidak stabil.

3. Menerima Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Salah satu sumber stres terbesar adalah mencoba mengontrol hal-hal yang sebenarnya di luar kendali.

Orang dengan kedamaian batin tinggi memahami batas kontrol mereka. Mereka menerima kenyataan tanpa harus selalu menyukainya.

Ini sejalan dengan konsep radical acceptance dalam psikologi—menerima realitas apa adanya sebagai langkah awal untuk bergerak maju, bukan sebagai bentuk menyerah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore