Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 18.58 WIB

Jika Anda Ingin Pasangan Anda Merasa Aman Bersama Anda, Hindari 8 Kesalahan Komunikasi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membuat pasangannya merasa aman / freepik - Image

seseorang yang membuat pasangannya merasa aman / freepik

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, rasa aman bukan hanya soal kehadiran fisik atau komitmen jangka panjang. Lebih dari itu, rasa aman tumbuh dari bagaimana dua individu saling berkomunikasi. Kata-kata yang kita pilih, cara kita menyampaikan emosi, hingga bagaimana kita merespons pasangan—semuanya berperan besar dalam menciptakan atau justru merusak rasa aman tersebut.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa banyak konflik dalam hubungan bukan disebabkan oleh perbedaan besar, melainkan oleh kesalahan komunikasi kecil yang terjadi berulang kali. Tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan ini bisa membuat pasangan merasa tidak dihargai, tidak didengar, bahkan tidak dicintai.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (12/4), jika Anda ingin membangun hubungan yang sehat dan penuh kepercayaan, berikut adalah delapan kesalahan komunikasi yang sebaiknya Anda hindari.

1. Tidak Mendengarkan Secara Aktif

Mendengar bukan berarti mendengarkan. Banyak orang hanya “menunggu giliran bicara” saat pasangan mereka berbicara, alih-alih benar-benar memahami isi dan emosi di balik kata-kata tersebut.

Mendengarkan secara aktif berarti:

Memberi perhatian penuh (tanpa distraksi)
Mengangguk atau memberi respons kecil
Mengulang inti pembicaraan untuk memastikan pemahaman

Ketika pasangan merasa didengar, mereka akan merasa dihargai dan aman untuk membuka diri.

2. Menggunakan Nada Menyalahkan

Kalimat seperti:

“Kamu selalu…”
“Kamu tidak pernah…”

adalah contoh komunikasi yang bersifat menyerang. Dalam psikologi, ini disebut sebagai blaming language, yang sering kali memicu defensif, bukan solusi.

Sebagai gantinya, gunakan pendekatan yang lebih sehat:

“Aku merasa sedih ketika…”
“Aku butuh…”

Pendekatan ini membantu pasangan memahami perasaan Anda tanpa merasa diserang.

3. Menghindari Percakapan Sulit

Menghindari konflik mungkin terasa nyaman dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang justru menumpuk masalah.

Psikologi menunjukkan bahwa hubungan yang sehat bukanlah yang bebas konflik, melainkan yang mampu mengelola konflik dengan baik.

Jika ada masalah:

Bicarakan dengan tenang
Pilih waktu yang tepat
Fokus pada solusi, bukan menyalahkan

4. Mengabaikan Bahasa Nonverbal

Komunikasi bukan hanya soal kata-kata. Ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh memiliki pengaruh besar.

Misalnya:

Menyilangkan tangan bisa terlihat defensif
Menghindari kontak mata bisa dianggap tidak peduli
Nada suara yang dingin bisa melukai meski kata-katanya baik

Keselarasan antara kata dan bahasa tubuh sangat penting untuk membangun rasa aman.

5. Terlalu Cepat Memberi Solusi

Ketika pasangan bercerita, sering kali yang mereka butuhkan bukan solusi, melainkan empati.

Kesalahan umum adalah langsung berkata:

“Ya sudah, lakukan saja ini…”
“Kenapa kamu tidak…”

Padahal, respons yang lebih tepat bisa berupa:

“Aku mengerti itu pasti berat buat kamu”
“Mau aku dengarkan dulu?”

Empati menciptakan koneksi emosional yang lebih dalam daripada sekadar solusi praktis.

6. Membandingkan dengan Orang Lain

Membandingkan pasangan dengan orang lain—baik mantan, teman, atau pasangan lain—adalah salah satu cara tercepat untuk merusak rasa aman.

Contoh:

“Kenapa kamu tidak seperti dia?”
“Pasangan orang lain bisa…”

Perbandingan seperti ini membuat pasangan merasa tidak cukup dan tidak dihargai.

Fokuslah pada keunikan hubungan Anda, bukan standar orang lain.

7. Menyimpan Perasaan Terlalu Lama

Memendam emosi mungkin terlihat seperti cara menghindari konflik, tetapi sebenarnya justru memperburuk keadaan.

Perasaan yang dipendam bisa berubah menjadi:

Kemarahan yang meledak
Jarak emosional
Rasa tidak percaya

Komunikasi yang sehat berarti jujur, tetapi tetap penuh rasa hormat.

8. Menggunakan Kata-Kata yang Merendahkan

Sindiran, sarkasme, atau ejekan sering kali dianggap “bercanda”, tetapi dalam jangka panjang bisa melukai.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa penghinaan kecil yang berulang dapat mengikis rasa aman dan kepercayaan.

Selalu tanyakan pada diri sendiri:
“Apakah kata-kata ini membangun atau justru merusak?”

Penutup: Komunikasi adalah Fondasi Rasa Aman

Rasa aman dalam hubungan tidak muncul begitu saja. Ia dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten—terutama dalam komunikasi.

Dengan menghindari delapan kesalahan di atas, Anda tidak hanya memperbaiki cara berkomunikasi, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi pasangan untuk menjadi dirinya sendiri.

Pada akhirnya, hubungan yang kuat bukan tentang siapa yang selalu benar, melainkan tentang dua orang yang sama-sama mau belajar, memahami, dan bertumbuh bersama.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore