Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 14.55 WIB

Jika Anda Menunjukkan 7 Kebiasaan Ini dalam Hubungan, Menurut Psikologi Anda Akan Selalu Merasa Tidak Dihargai

Ilustrasi seseorang yang selalu merasa dihargai / Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang selalu merasa dihargai / Freepik

JawaPos.com - Merasa tidak dihargai dalam hubungan adalah salah satu pengalaman emosional yang paling melelahkan. Anda mungkin sudah berusaha, memberi perhatian, bahkan berkorban—namun tetap saja ada perasaan bahwa semua itu tidak cukup terlihat atau diakui.

Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa perasaan ini tidak selalu berasal dari pasangan saja. Terkadang, pola kebiasaan kita sendiri dalam hubungan justru memperkuat rasa tidak dihargai tersebut.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (12/6), terdapat tujuh kebiasaan yang, jika terus dilakukan, dapat membuat Anda terjebak dalam perasaan tidak dihargai dalam hubungan.

1. Terlalu Sering Mengorbankan Diri Tanpa Batas

Memberi dalam hubungan itu penting, tetapi ketika Anda selalu mengutamakan pasangan tanpa memperhatikan kebutuhan sendiri, Anda menciptakan ketidakseimbangan. Lama-kelamaan, pasangan bisa menganggap pengorbanan Anda sebagai hal yang “normal”, bukan sesuatu yang layak dihargai.

Psikologi menyebut ini sebagai self-neglect pattern—ketika seseorang mengabaikan diri sendiri demi hubungan. Ironisnya, semakin Anda memberi tanpa batas, semakin kecil kemungkinan Anda merasa dihargai.

2. Tidak Mengungkapkan Kebutuhan Secara Jelas

Banyak orang berharap pasangan “mengerti dengan sendirinya”. Padahal, komunikasi yang tidak eksplisit sering berujung pada kekecewaan.

Jika Anda tidak pernah mengatakan apa yang Anda butuhkan—apresiasi, perhatian, atau waktu bersama—pasangan tidak memiliki kesempatan untuk memenuhinya. Akibatnya, Anda merasa diabaikan, padahal sebenarnya kebutuhan itu tidak pernah benar-benar disampaikan.

3. Selalu Mencari Validasi dari Pasangan

Ketika harga diri terlalu bergantung pada pasangan, setiap tindakan kecil (atau ketiadaan tindakan) bisa terasa seperti penolakan.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa ketergantungan emosional berlebihan membuat seseorang lebih sensitif terhadap kurangnya apresiasi. Anda jadi mudah merasa tidak dihargai, bahkan dalam situasi yang sebenarnya netral.

4. Menghindari Konflik Demi “Kedamaian”

Sekilas, menghindari konflik terlihat seperti hal yang baik. Namun dalam jangka panjang, ini justru berbahaya.

Ketika Anda terus memendam perasaan, pasangan tidak pernah tahu bahwa ada masalah. Akibatnya, perilaku yang membuat Anda merasa tidak dihargai terus berulang. Anda pun merasa terjebak dalam pola yang sama tanpa perubahan.

5. Terlalu Cepat Memaafkan Tanpa Batasan

Memaafkan adalah tanda kedewasaan, tetapi tanpa batasan yang jelas, itu bisa menjadi sinyal bahwa perilaku tertentu “boleh terjadi”.

Jika pasangan tidak pernah menghadapi konsekuensi atas tindakan yang menyakitkan, mereka mungkin tidak merasa perlu untuk berubah. Ini membuat Anda terus merasa tidak dihargai, meskipun Anda sudah berusaha menjaga hubungan tetap harmonis.

6. Mengukur Nilai Diri dari Seberapa Banyak Anda Dibutuhkan

Sebagian orang merasa berharga ketika mereka dibutuhkan. Namun, jika ini menjadi satu-satunya sumber nilai diri, Anda akan cenderung memberi berlebihan dan mengabaikan keseimbangan.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan people-pleasing behavior. Anda terus memberi agar dianggap penting, tetapi justru kehilangan rasa dihargai karena kebutuhan Anda sendiri terabaikan.

7. Mengabaikan Diri Sendiri di Luar Hubungan

Ketika seluruh hidup Anda berpusat pada hubungan—tanpa hobi, tujuan pribadi, atau ruang untuk diri sendiri—Anda kehilangan identitas individu.

Pasangan pun bisa mulai melihat Anda sebagai “selalu ada”, bukan sebagai individu yang bernilai dan unik. Akibatnya, penghargaan terhadap Anda bisa menurun, bukan karena Anda kurang berarti, tetapi karena Anda sendiri berhenti menunjukkan nilai tersebut.

Penutup: Mengubah Pola, Mengubah Perasaan

Merasa tidak dihargai bukan selalu berarti pasangan Anda tidak peduli. Terkadang, itu adalah hasil dari pola interaksi yang terbentuk dari waktu ke waktu—dan sebagian dari pola tersebut berasal dari diri kita sendiri.

Kabar baiknya, kebiasaan bisa diubah. Mulailah dengan langkah kecil:

Kenali kebutuhan Anda
Komunikasikan dengan jelas
Tetapkan batasan sehat
Bangun kembali hubungan dengan diri sendiri

Hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang memberi lebih banyak, tetapi tentang keseimbangan, saling menghargai, dan kesadaran akan nilai masing-masing.

Jika Anda mulai mengubah pola ini, Anda tidak hanya meningkatkan kualitas hubungan—tetapi juga cara Anda melihat diri sendiri.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore