Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 02.42 WIB

Orang yang Mendambakan Sentuhan Fisik tetapi Tidak Mendapatkannya Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mendambakan sentuhan fisik./Freepik/pressfoto - Image

seseorang yang mendambakan sentuhan fisik./Freepik/pressfoto

JawaPos.com - Sentuhan fisik adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang sering kali diremehkan. Dari pelukan sederhana hingga genggaman tangan, kontak fisik memiliki peran besar dalam membangun rasa aman, koneksi emosional, dan kesejahteraan mental. Dalam psikologi, kebutuhan ini sering dikaitkan dengan attachment, regulasi emosi, dan bahkan kesehatan fisik.

Namun, tidak semua orang mendapatkan cukup sentuhan dalam hidup mereka. Entah karena kesepian, trauma, jarak hubungan, atau gaya hidup modern yang semakin individualistis, banyak orang hidup dengan “kelaparan sentuhan” (touch deprivation) tanpa menyadarinya.

Menariknya, kondisi ini sering tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (2/4), terdapat delapan perilaku yang umum ditunjukkan oleh orang yang mendambakan sentuhan fisik tetapi tidak mendapatkannya:

1. Sangat Menghargai Kontak Fisik Kecil

Orang yang kekurangan sentuhan biasanya sangat peka terhadap kontak fisik kecil. Sentuhan ringan seperti tepukan di bahu atau pelukan singkat bisa terasa sangat berarti bagi mereka.

Mereka mungkin mengingat momen-momen kecil ini lebih lama dibanding orang lain, karena bagi mereka, itu bukan hal biasa—melainkan sesuatu yang langka dan berharga.

2. Cenderung Merasa Kesepian, Meski Tidak Sendiri

Menariknya, seseorang bisa berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa kesepian. Ini karena kesepian tidak selalu soal jumlah interaksi, tetapi kualitas koneksi.

Kurangnya sentuhan fisik bisa membuat hubungan terasa “dangkal” atau tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan emosional mereka.

3. Menghindari atau Justru Mendambakan Kedekatan

Ada dua respons umum:

Sebagian orang menjadi sangat mendambakan kedekatan fisik.
Sebagian lain justru menghindarinya karena tidak terbiasa atau takut ditolak.

Kedua pola ini sama-sama berakar pada kebutuhan yang tidak terpenuhi.

4. Lebih Sensitif Secara Emosional

Sentuhan fisik membantu tubuh melepaskan hormon seperti oksitosin yang berperan dalam menenangkan emosi. Tanpa itu, seseorang bisa menjadi lebih mudah cemas, stres, atau overthinking.

Mereka mungkin lebih cepat merasa tersinggung atau terbebani oleh hal-hal kecil.

5. Mengandalkan Objek sebagai Pengganti Sentuhan

Beberapa orang secara tidak sadar mencari “pengganti sentuhan,” seperti:

Memeluk bantal saat tidur
Menggunakan selimut berat (weighted blanket)
Memelihara hewan untuk dipeluk

Ini adalah cara tubuh dan pikiran mencoba mengisi kekosongan yang ada.

6. Sering Merasa Lelah Secara Mental

Kurangnya sentuhan tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga energi. Tanpa regulasi alami dari kontak fisik, sistem saraf bisa lebih mudah lelah.

Akibatnya, mereka mungkin sering merasa:

Kehabisan energi
Sulit fokus
Tidak termotivasi

7. Lebih Tertarik pada Konten Romantis atau Hangat

Orang yang kekurangan sentuhan sering kali tertarik pada film, cerita, atau konten yang menampilkan kehangatan emosional dan fisik.

Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kompensasi psikologis—cara untuk “merasakan” koneksi yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata.

8. Kesulitan Mengekspresikan Kebutuhan Emosional

Ironisnya, meski sangat membutuhkan kedekatan, mereka sering kesulitan mengungkapkannya. Bisa karena:

Takut dianggap lemah
Tidak terbiasa meminta
Pengalaman penolakan di masa lalu

Akibatnya, kebutuhan mereka tetap tidak terpenuhi dan siklus terus berulang.

Kenapa Sentuhan Fisik Penting?

Dalam psikologi, sentuhan bukan sekadar interaksi fisik. Ia memiliki dampak biologis nyata:

Menurunkan hormon stres (kortisol)
Meningkatkan hormon kebahagiaan (oksitosin)
Memperkuat rasa percaya dan keterikatan

Tanpa sentuhan, tubuh bisa berada dalam kondisi “siaga” terus-menerus, yang dalam jangka panjang berdampak pada kesehatan mental dan fisik.

Penutup

Kebutuhan akan sentuhan fisik bukanlah sesuatu yang “manja” atau berlebihan—itu adalah bagian alami dari menjadi manusia. Jika seseorang menunjukkan perilaku-perilaku di atas, bisa jadi mereka bukan sekadar kesepian, tetapi sedang mengalami kekurangan koneksi yang lebih dalam.

Memahami hal ini penting, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Kadang, satu pelukan tulus atau sentuhan sederhana bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Jika kamu merasa relate dengan poin-poin di atas, itu bukan tanda kelemahan—itu tanda bahwa kamu manusia yang butuh koneksi. Dan itu sepenuhnya wajar.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore