
seseorang yang mendambakan sentuhan fisik./Freepik/pressfoto
JawaPos.com - Sentuhan fisik adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang sering kali diremehkan. Dari pelukan sederhana hingga genggaman tangan, kontak fisik memiliki peran besar dalam membangun rasa aman, koneksi emosional, dan kesejahteraan mental. Dalam psikologi, kebutuhan ini sering dikaitkan dengan attachment, regulasi emosi, dan bahkan kesehatan fisik.
Namun, tidak semua orang mendapatkan cukup sentuhan dalam hidup mereka. Entah karena kesepian, trauma, jarak hubungan, atau gaya hidup modern yang semakin individualistis, banyak orang hidup dengan “kelaparan sentuhan” (touch deprivation) tanpa menyadarinya.
Menariknya, kondisi ini sering tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (2/4), terdapat delapan perilaku yang umum ditunjukkan oleh orang yang mendambakan sentuhan fisik tetapi tidak mendapatkannya:
1. Sangat Menghargai Kontak Fisik Kecil
Orang yang kekurangan sentuhan biasanya sangat peka terhadap kontak fisik kecil. Sentuhan ringan seperti tepukan di bahu atau pelukan singkat bisa terasa sangat berarti bagi mereka.
Mereka mungkin mengingat momen-momen kecil ini lebih lama dibanding orang lain, karena bagi mereka, itu bukan hal biasa—melainkan sesuatu yang langka dan berharga.
2. Cenderung Merasa Kesepian, Meski Tidak Sendiri
Menariknya, seseorang bisa berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa kesepian. Ini karena kesepian tidak selalu soal jumlah interaksi, tetapi kualitas koneksi.
Kurangnya sentuhan fisik bisa membuat hubungan terasa “dangkal” atau tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan emosional mereka.
3. Menghindari atau Justru Mendambakan Kedekatan
Ada dua respons umum:
Sebagian orang menjadi sangat mendambakan kedekatan fisik.
Sebagian lain justru menghindarinya karena tidak terbiasa atau takut ditolak.
Kedua pola ini sama-sama berakar pada kebutuhan yang tidak terpenuhi.
4. Lebih Sensitif Secara Emosional
Sentuhan fisik membantu tubuh melepaskan hormon seperti oksitosin yang berperan dalam menenangkan emosi. Tanpa itu, seseorang bisa menjadi lebih mudah cemas, stres, atau overthinking.
Mereka mungkin lebih cepat merasa tersinggung atau terbebani oleh hal-hal kecil.
5. Mengandalkan Objek sebagai Pengganti Sentuhan
Beberapa orang secara tidak sadar mencari “pengganti sentuhan,” seperti:
Memeluk bantal saat tidur
Menggunakan selimut berat (weighted blanket)
Memelihara hewan untuk dipeluk
Ini adalah cara tubuh dan pikiran mencoba mengisi kekosongan yang ada.
6. Sering Merasa Lelah Secara Mental
Kurangnya sentuhan tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga energi. Tanpa regulasi alami dari kontak fisik, sistem saraf bisa lebih mudah lelah.
Akibatnya, mereka mungkin sering merasa:
Kehabisan energi
Sulit fokus
Tidak termotivasi
7. Lebih Tertarik pada Konten Romantis atau Hangat
Orang yang kekurangan sentuhan sering kali tertarik pada film, cerita, atau konten yang menampilkan kehangatan emosional dan fisik.
Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kompensasi psikologis—cara untuk “merasakan” koneksi yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata.
8. Kesulitan Mengekspresikan Kebutuhan Emosional
Ironisnya, meski sangat membutuhkan kedekatan, mereka sering kesulitan mengungkapkannya. Bisa karena:
Takut dianggap lemah
Tidak terbiasa meminta
Pengalaman penolakan di masa lalu
Akibatnya, kebutuhan mereka tetap tidak terpenuhi dan siklus terus berulang.
Kenapa Sentuhan Fisik Penting?
Dalam psikologi, sentuhan bukan sekadar interaksi fisik. Ia memiliki dampak biologis nyata:
Menurunkan hormon stres (kortisol)
Meningkatkan hormon kebahagiaan (oksitosin)
Memperkuat rasa percaya dan keterikatan
Tanpa sentuhan, tubuh bisa berada dalam kondisi “siaga” terus-menerus, yang dalam jangka panjang berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Penutup
Kebutuhan akan sentuhan fisik bukanlah sesuatu yang “manja” atau berlebihan—itu adalah bagian alami dari menjadi manusia. Jika seseorang menunjukkan perilaku-perilaku di atas, bisa jadi mereka bukan sekadar kesepian, tetapi sedang mengalami kekurangan koneksi yang lebih dalam.
Memahami hal ini penting, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Kadang, satu pelukan tulus atau sentuhan sederhana bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
Selain Tangkap Bupati Tulungagung, KPK Amankan Sekda hingga Kadis PUPR
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kader Partai Gerindra yang Terjaring OTT KPK
Muncul Dua Nama Terduga Pelaku Penipuan Rekrutmen ASN Pemkab Gresik, Satu Pegawai Aktif
KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
Kuliner di Surabaya: 17 Rekomendasi Bakso Terbaik dengan Rasa Autentik
Resmi! 8 Bintang Absen di Laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya, GBK Bergemuruh Sambut Jakmania dan Bonek
