Ilustrasi sifat yang sering ditunjukkan oleh orang tua yang sebenarnya merasa iri dengan kesuksesan anaknya. (Freepik)
JawaPos.com - Tidak semua orang tua mampu sepenuh hati merasa bangga atas keberhasilan anaknya.
Walaupun idealnya mereka menjadi penyokong utama, pada kenyataannya ada orang tua yang justru merasa tersaingi atau kurang nyaman melihat pencapaian anak.
Perasaan tersebut kerap hadir tanpa disadari, muncul melalui kritik yang terselubung, tuntutan yang berlebihan, atau sikap yang sulit merasa puas.
Tanpa maksud yang jelas untuk menyakiti, sebagian orang tua bisa memperlihatkan tanda-tanda kecemburuan terhadap keberhasilan anak mereka sendiri.
Mengutip Hack Spirit, berikut tujuh karakteristik yang sering terlihat pada orang tua yang diam-diam merasa iri terhadap kesuksesan anaknya.
1) Ambisi Pribadi yang Belum Terselesaikan
Setiap individu memiliki impian dan cita-cita yang ingin mereka capai dalam hidupnya.
Namun, tidak semua orang berhasil mewujudkannya. Beberapa orang tua mungkin pernah memiliki harapan besar terhadap masa depan mereka sendiri, tetapi karena berbagai keterbatasan, entah itu ekonomi, keadaan keluarga, atau pilihan hidup yang mereka ambil, impian tersebut tidak pernah terwujud.
Ketika mereka melihat anak mereka berhasil mencapai sesuatu yang pernah mereka dambakan, perasaan iri bisa muncul secara tidak sadar.
Mereka mungkin merasa bahwa anak mereka hidup dalam kondisi yang lebih baik, memiliki kesempatan yang lebih luas, dan mampu meraih sesuatu yang bagi mereka hanya menjadi angan-angan.
Ketidaksadaran akan rasa iri ini sering kali muncul dalam bentuk sikap yang tampaknya sepele, seperti membandingkan pencapaian anak dengan pengalaman mereka sendiri atau mencoba mengambil kredit atas keberhasilan anak.
Dalam beberapa kasus, mereka bahkan bisa meremehkan keberhasilan tersebut, bukan karena tidak bangga, tetapi lebih karena ada perasaan kecewa terhadap diri sendiri yang tidak bisa mereka akui secara langsung.