Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2026 | 16.34 WIB

9 Hal yang Dibicarakan Anak-Anak Setelah Dewasa saat Mengunjungi Orang Tua Menurut Psikologi

anak-anak yang membicarakan orang tua di mobil (Freepik/freepik) - Image

anak-anak yang membicarakan orang tua di mobil (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Momen perjalanan pulang setelah mengunjungi orang tua sering menjadi ruang refleksi yang unik bagi anak-anak yang sudah dewasa. Di dalam mobil, jauh dari suasana rumah masa kecil dan tanpa pengawasan langsung, percakapan menjadi lebih jujur, lebih mentah, dan sering kali lebih dalam.

Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson serta konsep family systems theory yang dikembangkan oleh Murray Bowen, dinamika keluarga tetap memengaruhi seseorang bahkan setelah ia dewasa. Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (3/3), terdapat sembilan topik yang paling sering muncul dalam percakapan anak-anak dewasa setelah mereka meninggalkan rumah orang tua.

1. “Mama/Papa Sekarang Berubah, Ya?”

Anak-anak dewasa sering membicarakan perubahan fisik maupun emosional orang tua: kesehatan yang menurun, daya ingat yang melemah, atau sikap yang semakin sensitif.

Secara psikologis, ini berkaitan dengan fase kesadaran akan mortalitas orang tua. Kesadaran ini dapat memicu kecemasan, rasa bersalah, atau dorongan untuk lebih bertanggung jawab.

2. Mengulas Ulang Peristiwa Lama

“Masih ingat waktu dulu kita dimarahi soal itu?”

Kunjungan keluarga sering memicu memori masa kecil. Dalam perjalanan pulang, anak-anak dewasa memproses ulang pengalaman lama dengan perspektif yang lebih matang.

Menurut penelitian tentang memory reconstruction, kenangan tidak bersifat statis. Setiap kali diingat, memori dapat direkonstruksi dan diberi makna baru. Percakapan ini sering menjadi bentuk terapi alami antar saudara.

3. Membandingkan Pola Asuh dengan Cara Mereka Sekarang

Bagi yang sudah menjadi orang tua, biasanya muncul refleksi seperti:

“Aku nggak mau keras seperti Papa.”

“Sekarang aku ngerti kenapa Mama dulu begitu.”

Proses ini menunjukkan integrasi identitas dewasa—mereka mulai memisahkan diri dari pola lama sambil tetap mengakui pengaruhnya.

4. Membicarakan Ketegangan yang Terjadi Saat Kunjungan

Tidak semua kunjungan berjalan mulus. Kadang ada komentar yang menyinggung, pertanyaan soal karier atau pasangan, atau konflik lama yang tersirat.

Di dalam mobil, muncul kalimat seperti:

“Tadi kenapa sih Mama ngomong begitu?”

“Aku capek ditanya terus soal kerjaan.”

Menurut family systems theory, ini disebut sebagai proses differentiation—usaha individu menjaga identitasnya tanpa terjebak dalam tekanan emosional keluarga.

5. Rasa Bersalah yang Diam-Diam Muncul

Banyak anak dewasa merasa:

Jarang pulang

Tidak cukup membantu

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore