
anak-anak yang membicarakan orang tua di mobil (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Momen perjalanan pulang setelah mengunjungi orang tua sering menjadi ruang refleksi yang unik bagi anak-anak yang sudah dewasa. Di dalam mobil, jauh dari suasana rumah masa kecil dan tanpa pengawasan langsung, percakapan menjadi lebih jujur, lebih mentah, dan sering kali lebih dalam.
Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson serta konsep family systems theory yang dikembangkan oleh Murray Bowen, dinamika keluarga tetap memengaruhi seseorang bahkan setelah ia dewasa. Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (3/3), terdapat sembilan topik yang paling sering muncul dalam percakapan anak-anak dewasa setelah mereka meninggalkan rumah orang tua.
1. “Mama/Papa Sekarang Berubah, Ya?”
Anak-anak dewasa sering membicarakan perubahan fisik maupun emosional orang tua: kesehatan yang menurun, daya ingat yang melemah, atau sikap yang semakin sensitif.
Secara psikologis, ini berkaitan dengan fase kesadaran akan mortalitas orang tua. Kesadaran ini dapat memicu kecemasan, rasa bersalah, atau dorongan untuk lebih bertanggung jawab.
2. Mengulas Ulang Peristiwa Lama
“Masih ingat waktu dulu kita dimarahi soal itu?”
Kunjungan keluarga sering memicu memori masa kecil. Dalam perjalanan pulang, anak-anak dewasa memproses ulang pengalaman lama dengan perspektif yang lebih matang.
Menurut penelitian tentang memory reconstruction, kenangan tidak bersifat statis. Setiap kali diingat, memori dapat direkonstruksi dan diberi makna baru. Percakapan ini sering menjadi bentuk terapi alami antar saudara.
3. Membandingkan Pola Asuh dengan Cara Mereka Sekarang
Bagi yang sudah menjadi orang tua, biasanya muncul refleksi seperti:
“Aku nggak mau keras seperti Papa.”
“Sekarang aku ngerti kenapa Mama dulu begitu.”
Proses ini menunjukkan integrasi identitas dewasa—mereka mulai memisahkan diri dari pola lama sambil tetap mengakui pengaruhnya.
4. Membicarakan Ketegangan yang Terjadi Saat Kunjungan
Tidak semua kunjungan berjalan mulus. Kadang ada komentar yang menyinggung, pertanyaan soal karier atau pasangan, atau konflik lama yang tersirat.
Di dalam mobil, muncul kalimat seperti:
“Tadi kenapa sih Mama ngomong begitu?”
“Aku capek ditanya terus soal kerjaan.”
Menurut family systems theory, ini disebut sebagai proses differentiation—usaha individu menjaga identitasnya tanpa terjebak dalam tekanan emosional keluarga.
5. Rasa Bersalah yang Diam-Diam Muncul
Banyak anak dewasa merasa:
Jarang pulang
Tidak cukup membantu
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
