seseorang yang masih menggunakan buku harian fisik./Freepik/prostooleh
JawaPos.com - Di era digital ketika hampir semua orang mengandalkan kalender di ponsel, masih ada sebagian orang yang setia menggunakan buku harian fisik untuk mencatat jadwal, target, dan refleksi harian.
Sekilas terlihat kuno. Namun menurut berbagai temuan dalam psikologi kognitif, kebiasaan ini justru berkaitan dengan sejumlah kekuatan mental yang signifikan.
Menulis dengan tangan bukan sekadar aktivitas mekanis. Ia melibatkan koordinasi motorik halus, pemrosesan bahasa, atensi, dan memori secara simultan.
Proses ini berbeda secara fundamental dibanding mengetik atau sekadar mengetuk layar.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (25/2), terdapat sembilan kekuatan kognitif yang sering terlihat pada orang yang masih menggunakan buku harian fisik.
Baca Juga: Seseorang yang Memiliki Kebiasaan Berjalan-jalan dengan Anjing di Sore Hari, Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
1. Daya Ingat yang Lebih Kuat
Penelitian dari Princeton University dan University of California, Los Angeles menunjukkan bahwa menulis dengan tangan membantu pemrosesan informasi yang lebih dalam dibanding mengetik. Saat seseorang menulis jadwal atau refleksi di buku harian, otak terlibat dalam proses encoding yang lebih aktif.
Akibatnya, informasi yang ditulis cenderung lebih mudah diingat tanpa harus sering membuka kembali catatan tersebut.
2. Fokus dan Konsentrasi yang Lebih Tajam
Kalender digital sering datang bersama notifikasi, pesan masuk, dan distraksi aplikasi lain. Buku harian fisik tidak memiliki gangguan semacam itu.
Dari perspektif psikologi atensi, lingkungan yang minim distraksi membantu otak mempertahankan fokus lebih lama. Orang yang terbiasa mencatat secara manual sering kali menunjukkan kemampuan konsentrasi yang lebih stabil.
3. Pemrosesan Informasi yang Lebih Mendalam
Menulis tangan lebih lambat dibanding mengetik. Namun justru kelambatan ini memaksa otak menyaring, merangkum, dan memilih informasi yang benar-benar penting.
Proses ini dikenal dalam psikologi sebagai deep processing, yang meningkatkan pemahaman dan integrasi informasi baru dengan pengetahuan lama.
4. Regulasi Emosi yang Lebih Baik
Buku harian bukan hanya tempat mencatat jadwal, tetapi juga ruang refleksi emosional. Teknik expressive writing yang dipopulerkan oleh James Pennebaker menunjukkan bahwa menuliskan perasaan secara rutin dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
