Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Februari 2026 | 03.17 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Masih Menggunakan Buku Harian Fisik Alih-alih Kalender di Ponsel Mereka Menunjukkan 9 Kekuatan Kognitif Ini

seseorang yang masih menggunakan buku harian fisik./Freepik/prostooleh

JawaPos.com - Di era digital ketika hampir semua orang mengandalkan kalender di ponsel, masih ada sebagian orang yang setia menggunakan buku harian fisik untuk mencatat jadwal, target, dan refleksi harian.

Sekilas terlihat kuno. Namun menurut berbagai temuan dalam psikologi kognitif, kebiasaan ini justru berkaitan dengan sejumlah kekuatan mental yang signifikan.

Menulis dengan tangan bukan sekadar aktivitas mekanis. Ia melibatkan koordinasi motorik halus, pemrosesan bahasa, atensi, dan memori secara simultan.

Proses ini berbeda secara fundamental dibanding mengetik atau sekadar mengetuk layar.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (25/2), terdapat sembilan kekuatan kognitif yang sering terlihat pada orang yang masih menggunakan buku harian fisik.

Penelitian dari Princeton University dan University of California, Los Angeles menunjukkan bahwa menulis dengan tangan membantu pemrosesan informasi yang lebih dalam dibanding mengetik. Saat seseorang menulis jadwal atau refleksi di buku harian, otak terlibat dalam proses encoding yang lebih aktif.

Akibatnya, informasi yang ditulis cenderung lebih mudah diingat tanpa harus sering membuka kembali catatan tersebut.

2. Fokus dan Konsentrasi yang Lebih Tajam

Kalender digital sering datang bersama notifikasi, pesan masuk, dan distraksi aplikasi lain. Buku harian fisik tidak memiliki gangguan semacam itu.

Dari perspektif psikologi atensi, lingkungan yang minim distraksi membantu otak mempertahankan fokus lebih lama. Orang yang terbiasa mencatat secara manual sering kali menunjukkan kemampuan konsentrasi yang lebih stabil.

3. Pemrosesan Informasi yang Lebih Mendalam

Menulis tangan lebih lambat dibanding mengetik. Namun justru kelambatan ini memaksa otak menyaring, merangkum, dan memilih informasi yang benar-benar penting.

Proses ini dikenal dalam psikologi sebagai deep processing, yang meningkatkan pemahaman dan integrasi informasi baru dengan pengetahuan lama.

4. Regulasi Emosi yang Lebih Baik

Buku harian bukan hanya tempat mencatat jadwal, tetapi juga ruang refleksi emosional. Teknik expressive writing yang dipopulerkan oleh James Pennebaker menunjukkan bahwa menuliskan perasaan secara rutin dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore